Cuka

Tempo hari saya beranjangsana ke rumah salah seorang teman saya. Kami mengobrolkan banyak hal.

Setelah agak lama, saya merasa haus, ingin minum. Teman saya mempersilahkan saya untuk mengambil sendiri gelas dan air minum yang ada di rumahnya. Sebelum saya mengambil air, terlebih dahulu saya melihat ke bagian dalam gelas untuk memastikan bahwa gelasnya bersih. Namun saya mendapati bahwa di bagian dalam gelas terdapat banyak noda. Saya jadi sedikit ragu untuk mengambil air.

Seakan dapat membaca pikiran saya, teman saya langsung berkata bahwa gelasnya bersih, hanya ada noda teh yang tidak bisa hilang. Tapi, katanya lagi, dia mendapat informasi bahwa cuka dapat digunakan untuk menghilangkan noda teh, hanya saja dia belum sempat mencoba (karena tidak punya cuka). Mendengar penjelasannya, saya hanya manggut-manggut dan kemudian mengambil air minum untuk mengobati rasa haus saya.

***

Beberapa hari ini, saya masih sering begadang karena masih banyak tugas yang harus diselesaikan tepat waktu. Walhasil, kemarin sore waktu saya melihat wajah saya di cermin, alamakkk.. Mata saya hitam seperti mata panda T__T. Akhirnya, walau banyak tugas, tadi malam selepas sholat Isya, saya langsung tidur, sampai Subuh :D Ya lumayanlah, jadi fresh lagi. Dan pagi ini, saya merebus teh untuk kompres mata agar mata saya menjadi lebih segar.

Nah, sembari menunggu teh kantong saya menjadi dingin, saya membereskan buku-buku saya di lemari karena susunannya sudah sangat kacau. Panci untuk merebus teh masih saya dinginkan sebelum dicuci. Air tehnya juga masih saya biarkan dingin disana.

Saat mencuci panci, saya sedikit heran, kenapa ada noda seperti karat di dasarnya? Padahal sebelum saya gunakan merebus teh, tidak ada noda itu. Jangan-jangan itu noda teh, bukan karat, pikir saya. Saya langsung teringat kata teman saya bahwa noda teh dapat dihilangkan dengan cuka. Saya pun mengambil cuka yang ada di kamar. Saya beri sedikit cuka, crut crut crut, digosok-gosok sedikit, dan taraaaa… Panci kembali bersih. Alhamdulillah yah. Hehe, lagaknya kayak orang awam aja, padahal di MANUAL BOOK pancinya sudah dijelaskan, untuk menghilangkan noda membandel, gunakan cuka. :D

Eh, tunggu dulu.. Kenapa saya bisa punya cuka di dalam kamar?

Berawal dari Masterchef US season 1. Ada sebuah tantangan di babak penyisihan yang mengharuskan kontestan untuk berkreasi dengan telur. Banyak yang memilih untuk membuat poached egg alias telur setengah matang. Selama ini, untuk memasak telur setengah matang, saya selalu merebus telur yang masih ada di dalam cangkang. Tapi di Masterchef, para kontestan memecahkan dulu telurnya, baru kemudian merebusnya. Jadi, yang direbus adalah telur tanpa cangkang. Hasilnya, putih telur ada di luar, sementara kuningnya ada di bagian dalam (tidak bercampur).

Sebelum ini, saya pernah mencoba merebus telur dengan cara seperti itu, tapi hasilnya kacau. Lebih dari kacau sebenarnya. The egg is torn into pieces. Oh, poor you, son :D Namun setelah browsing lagi, saya menemukan resep untuk membuat poached egg. Dalam resepnya ditulis bahwa setelah air mendidih, terlebih dahulu masukkan cuka ke dalamnya, barulah kemudian masukkan telurnya. Setelah saya coba, ternyata berhasil.

Rahasia keberhasilan resep itu adalah cuka. Mengapa? Karena (katanya) cuka membantu mengikat protein yang ada pada telur, sehingga telur tidak terpecah belah. Dengan alasan itu pula banyak resep yang menyarankan kita untuk menambahkan sedikit cuka jika kita ingin whisking putih telur atau untuk membuat adonan  dasar pasta.

Selain dapat digunakan untuk dunia perteluran (bahasa apa ini?!), cuka juga dapat digunakan sebagai salah satu komponen pengganti buttermilk jika dicampurkan dengan susu. Jadi jika kita menemukan resep (biasanya masakan western) yang salah satu bahannya adalah buttermilk — namun karena kurang pergaulan, kita bingung mau cari buttermilk dimana, kita dapat menggantinya dengan cara berikut. Masukkan cuka ke dalam sebuah wadah, kemudian masukkan susu, dan tunggu hingga cuka naik ke permukaan susu. Jika sudah, campuran cuka dan susu ini dapat kita gunakan sebagai pengganti buttermilk. :)

See? Selain untuk membuat acar, cuka dapat juga digunakan untuk menghilangkan noda membandel pada peralatan masak/ makan, membuat poached egg tanpa cangkang, whisking putih telur, membuat adonan pasta, juga untuk substitusi buttermilk. Namun yang perlu kita cermati (especially untuk umat Islam) adalah: tidak semua cuka halal. Cuka yang bahan dasarnya sudah tidak halal (misalnya: white wine vinegar, cider vinegar, atau yang lainnya), ketika dia dijadikan cuka, hukumnya juga tetap tidak halal. Cuka yang halal biasanya diberi label vinegar atau cuka makan.

Tapi tidak usah jadi pusing juga. Jika ingin aman, carilah cuka yang di kemasannya ada sertifikasi halal dari MUI. Insya Allah halalan thoyyiban. :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s