2

Buku Antologi Pelukis Hati 

Kali ini, saya akan sedikit memberikan sneak peek tentang satu buku hasil kolaborasi saya dengan sebelas orang teman alumni Kelas Menulis Online. Buku ini berjudul “Pelukis Hati”.

Cover

Blurb

Hati manusia laksana kanvas putih, hingga seseorang datang dan memberikan warna padanya. Tak peduli orang itu tinggal atau pergi, warna hati takkan lagi sama. Pada satu warna baru itu, orang biasa menyematkan satu kata. Cinta.

Begitu banyak kisah cinta dalam kehidupan manusia. Tak semua berakhir bahagia, tapi semua memberikan makna dan kesan mendalam bagi diri kita. 

Cerita cinta dalam antologi fiksi ‘Pelukis Hati’ ini akan membawa senyum ketika akhirnya bahagia, juga air mata ketika ceritanya berakhir duka. Ceritanya sederhana dan bertebaran di sekitar kita. 

Manis, pahit, getir terlukis dalam setiap kisah cinta. Bersiaplah untuk larut dalam dunia cinta yang penuh warna. 

Baca lebih lanjut

Iklan
0

Irrational Demands

Meracau tengah malam. Tapi gimana dong, kepingin nulis ini sebelum lupa. -_-

Singkat cerita, entah kenapa jadi kepikiran setelah baca posnya mbak Dewi (Pramita) di Instagram kemarin. 

😔😔😔😔😔 . Sesuatu yang terlalu dipaksakan hasilnya tidak akan bisa bagus. . Well ini kenapa gue teriak2 terus di sosmed, karena permintaan netizen itu dibaca oleh pihak TV dan pihak TV akan mempush kami para kreator. Jadi semakin sedikit kalian komentar minta tambah jam tayang, itu akan semakin baik buat kami. . FYI, co writer saya sudah 4 orang dan mereka itu co writer yang sama dengan yang mengerjakan KC & CDR. Dulu mereka sanggup membantu saya, membuat alur KC & CDR. . Tapi sekarang, tidak ada yang sanggup dengan CHA ini karena ceritanya yang super2 complicated, multiplot dan multi karakter. Saya harus berjuang sendirian untuk ngeplot alur cerita. Jadi tolonglah, bantu saya untuk tidak komen tambah jam tayang.

A post shared by Dewi Pramita (@dewieyen) on

To be honest, saya juga nggak ngikutin CHA, hanya sesekali nonton cuplikannya di beberapa akun Instagram (esp. akunnya mbak Dewi). Sempat mencoba nonton di TV tapi agak kurang sreg karena talent-nya masih banyak yang aktingnya kaku. Bukan berarti ceritanya jelek, toh faktanya banyak yang suka. Mungkin saya saja yang kurang cocok. 

Baca lebih lanjut

2

Evaluasi Resolusi 2018

Bulan yang kurang produktif dari aktivitas blogging. Hyuft. Semoga bulan depan bisa lebih baik. Semangat!

Untuk menutup bulan ini, saya akan melakukan evaluasi singkat pada resolusi 2018 saya. Mengapa singkat? Karena pada dasarnya, belum banyak yang tercapai, terutama poin pertama (kurus). Hahaha. Walaupun demikian, minimal sudah ada dua poin yang mulai berjalan. 

Baca lebih lanjut

0

My Impressions: Si Juki The Movie

Mumpung belum lupa, saya mau sekalian nulis impresi setelah menonton Si Juki The Movie. Film ini adalah film pertama yang saya tonton setelah tidak nonton ke bioskop selama lebih dari tiga tahun. IMO, film ini juga lebih menghibur loh daripada film yang saya bahas di tulisan sebelumnya. :D

Saya nonton film ini di hari pertama pemutaran, yaitu tanggal 28 Desember 2017 yang lalu. Sebenarnya pingin nonton di Ciwalk, tapi di tanggal itu, Si Juki ternyata belum ada di Ciwalk. Alternatif yang paling dekat adalah di Empire (BIP). Jadilah akhirnya saya ke sana, lalu berbaris dalam antrian yang panjaaaang bersama dedek-dedek usia SMP-SMA yang datang secara rombongan demi menonton Surat Cinta untuk Starla. Hmm. Di situ kadang saya merasa tua. *_*

Sementara itu, penonton Si Juki rata-rata adalah rombongan anak-anak yang datang bersama orang tuanya. Ya memang hanya film ini yang rating-nya SU, walaupun saya akhirnya sedikit sangsi mengapa bisa diberi rating SU. 

no pic = hoax

Disclaimer: Tulisan ini sedikit mengandung spoiler. Dan seperti biasa, feel free to disagree, karena tulisan ini sangat subjektif. 

Cerita dibuka dengan adegan yang sama persis dengan teaser ini.

Baca lebih lanjut

1

My Impressions: Ayat-Ayat Cinta 2

Oh my goodness, akhirnya nonton film ini juga setelah baca resensi positif, negatif, bahkan yang penuh spoiler. Hahaha. Ada yang bilang, nggak asik nonton film kalo udah ada yang kasih spoiler. Well, elemen surprise-nya memang jadi berkurang ya, tapi tetap saja, ada bagian-bagian yang nggak ter-cover dalam spoiler. Juga tetap saja ada kesan yang berbeda antara baca spoiler dengan menonton langsung. 

Disclaimer: Ini bukan resensi, ini hanya impresi. Feel 100% free to disagree. Jika ingin membaca resensi, bisa cari di tempat lain, tidak di sini. 

no pic = hoax

Jadi, bagaimana kesan saya setelah nonton langsung?

Baca lebih lanjut

Status
0

Teringat kata Murakami-san di “What I Talk About When I Talk About Running”. Tidak semua orang bisa menulis. Menulis itu bakat-bakatan, karena cari inspirasi itu ibaratnya ambil air dari sumur. 

Kalo kamu sangat berbakat, gampang aja nulis. Sumurmu penuh air, tinggal ambil aja. 

Kalo bakatmu biasa, kamu harus menggali sumur lebih dalam untuk mendapatkan air. 

Kalo kamu gak ada bakat,  gak usah nulis, karena sumurmu itu kering! Wkwkwk. 

Simbah mah bebas lah ya. Kalo beliau berpendapat begitu ya monggo, tapi jangan jadikan itu sebagai sesuatu yang nge-down-in kalian (termasuk saya) yang masih belajar nulis. Ingat kata mbah Einstein aja. Untuk sukses, kita perlu 1% bakat dan 99% kerja keras. Even if kita gak punya yang 1% itu, masih ada 99% yang bisa diusahakan. 

Tetap semangat belajar menulis. :)

2

CdR Final Review

Fiuh, posting juga akhirnya. Harusnya tulisan ini dikeluarin bulan lalu, tapi karena satu dan lain hal, baru bisa publish hari ini. Maapkeun. (>ω<)

Cinta dan Rahasia tamat dengan ending yang bittersweet dan nggak ada season 3. Ending oke, walaupun saya memilih untuk skip beberapa episode menuju ending. Why? Keep reading!

Disclaimer: Seperti biasa, tulisan ini super duper subjektif dan mengandung saran tentang cinta dari emak-emak *halah*. Silakan diabaikan jika tidak sesuai dengan apa yang anda yakini. 

CAST LINEUP

No comment. Main characters, side characters, cameos, semua udah oke. 

AKTING 

Sebenernya sih natural aja semuanya. Hanya ada satu hal yang mengganjal. 

Baca lebih lanjut

1

최고의 한방 — Final Review

We’re here at last. I know, waving goodbye is not easy. But what can we do? There’s an end to everything, to this drama as well.

By the way, tulisan ini harusnya diterbitkan berbulan-bulan yang lalu, tapi entah kenapa masih kecantol di draft terus. Awalnya dulu niat bikin review mingguan biar konsisten minimal update sekali seminggu. Ternyata susah sekali untuk bertahan selama berminggu-minggu. Huhuhu. Jadi salut banget sama kontributor di situs-situs semacam dramabeans yang konsisten bikin review detail per episode dari awal banget sampe tamat. Lebih dari satu drama pula. You guys are amazing. 

Oh iya, mohon maaf jika sebelumnya ada 2 review yang saya tulis full dalam bahasa Inggris (karena sedang mood xD). Untuk review kali ini, saya akan kembali menulis dalam bahasa Indonesia. Indonesia campur-campur English. xD

Oke, berhubung ini review terakhir tentang drama ini, pertanyaan di awal dulu akan saya cantumkan lagi di sini. Sebelumnya, highlight super ekspres dulu ya. 

instagram.com/thebestpunch

Baca lebih lanjut