0

김 좌장 (2017)

Hari ini saya mau bikin review tentang salah satu drama Korea yang belum lama ini tamat. Judul asli drama ini adalah 김 과장 (baca: Kim Kwajang). Judul internasionalnya Good Manager atau Chief Kim. Drama ini tayang dalam 20 episode yang masing-masingnya berdurasi kurang lebih 1 jam. 

Taken from Asian Wiki

Saya nonton drama ini waktu di TV masih ada CdR dan G2B. Dan setelah namatin ini, rasanya dua serial tadi jadi rada mentah. Rasanya kayak lelah nonton drama yang cinta-cintaan melulu. Wkwkwk. Jadi, untuk kalian yang juga lelah dengan drama yang cinta-cintaan, drama ini sangat recommended

Tokoh utama dari cerita ini adalah seorang pria berumur 38 tahun (Korean age) yang bernama Kim Seong Ryong (diperankan oleh Namgoong Min). Dia adalah orang yang jenius, namun menggunakan otaknya untuk melakukan hal-hal yang ilegal. Dia memiliki sebuah firma akuntansi kecil (Deokpo Enterprise) yang membantu klien-kliennya untuk membuat pembukuan palsu dan melakukan penggelapan uang. Kim Seong Ryong mengambil keuntungan dari uang yang digelapkannya, karena menurutnya, itu sah-sah saja. Orang luar tidak akan ada yang dapat menangkapnya karena toh dia mencuri dari uang curian. 

Baca lebih lanjut

0

Mencetak Sendiri e-ID BPJS Kesehatan

Kemarin, untuk pertama kalinya, nyobain ke RS pake BPJS Kesehatan. Ya sekali-sekali lah, masa disuruh bayar terus tapi gak pernah dipake. :D

Btw, kartu yang ada di saya adalah e-ID (Electronic Identification). Jadi, sebelum ke permasalahan utama, mungkin saya bahas sedikit tentang e-ID BPJS. Menurut informasi yang ada di beberapa situs, e-ID adalah kartu yang kita dapatkan jika kita mendaftar BPJS secara online. Well, suami saya bikinnya waktu itu ke kantor BPJS sih, tapi nggak tau kok dapetnya e-ID juga. Tapi apapun alasannya nggak masalah sih, karena sebenarnya fungsinya sama saja. Tidak ada perbedaan antara kartu BPJS biasa dengan e-ID ini selain bentuk fisiknya. Kartu BPJS biasa ya bentuknya standar, semacam KTP. Sementara itu, e-ID bentuknya bisa beda-beda, karena bisa dicetak sendiri (mau hitam-putih boleh, berwarna boleh, dicetak di kertas apapun boleh, dan fleksibilitas lainnya).

Atas dasar itulah, kemarin pas pihak RS minta fotokopian kartu BPJS sebagai syarat administratif, saya kasih aja printout e-ID yang dapet dari BPJS. Toh bisa nge-print lagi, pikir saya. Kemudian mulailah saya cari tutorial cara dapetin softcopy e-ID biar bisa nge-print lagi. Alamak, lha kok njelimet? Wkwkwk. Akhirnya, kata suami, mau ke kantor BPJS aja deh daripada ribet.

Tadi pagi saya coba-coba lagi dan akhirnya berhasil. Ndilalah kok carane gampang banget. Cegek gak sih? Hahahaha. xD

Berikut ini saya paparkan cara yang saya lakukan untuk mendapatkan softcopy e-ID BPJS.

Baca lebih lanjut

0

CdR Final Review

Akhirnya tamat juga, dengan ending yang super sekali. Super nggapleki. Kentang. +_+

Okay, marilah kita mulai final review ini dengan menghela nafas. Inhale.. exhale.. inhale.. exhale.. Calm down, calm down. Harap bersabar, ini ujian. 

Awalnya dulu saya kira series ini macam sinetron kebanyakan, yang lanjut atau nggaknya dipengaruhi oleh rating semata. Jika rating bagus, lanjut terus sampai ratusan atau ribuan episode. Dan sebaliknya, jika rating kurang, langsung cut saja tanpa woro-woro. Ternyata saya salah. Waktu ceki-ceki ignya mbak scriptwriter, beliau bilang di salah satu komentar bahwa drama ini dari awal sudah ditentukan jumlah episodenya. 

Well, then, that explains a lot

Saya pikir 60 episode itu (amat sangat) cukup panjang untuk membuat kesalahan. Kalau pun inti ceritanya udah jelas, mengembangkannya jadi sepanjang itu bukan sesuatu yang gampang. 
Baca lebih lanjut

0

Customer bukan Customer Service

Asli ini no offense ya. Sebenarnya saya seneng kok kalo ada yang komen di blog ini. Cuma ya kadang ada beberapa komen yang bikin saya awkward juga. Misalnya kalo saya me-review sesuatu sebagai customer, tapi ada yang komen dengan pertanyaan yang sebenarnya lebih pas untuk ditanyakan pada customer service.

Saya bukan males balas komen-komen yang kayak gitu, tapi terkadang kuatir juga kalo jawaban saya malah misguiding. Tapi saya bertanya-tanya, apa yang nanya itu nggak takut misguided? Hehehe. 

So, para komentator di blog ini, maafkan kalo jawaban saya kadang kurang memuaskan. Mohon pahami posisi saya. Saya hanya customer, bukan customer service. Saya hanya menjawab berdasarkan pengalaman dan serpihan FAQ (kalo ada). Itulah kenapa terkadang saya hanya bisa memberi jawaban semacam “silakan tanyakan pada CS”, ya daripada jawaban saya menyesatkan. 

0

Got to Believe in Magic

Take me to your heart
Show me where to start
Let me play the part of your first love
All the stars are bright
Every wish is ours tonight, my love

Pity those who wait
Trust in love to faith
Finding out too late that they’ve lost it
Never letting go
They will never know the ways of love

Got to believe in magic
Tell me how two people find each other
In a world that’s full of strangers
You’ve got to believe in magic
Something stronger than the moon above
Cause it’s magic when two people fall in love

I may never know
Why I need you so
All I need to know is this feeling
Handle it with care
We were born to share this dream, my love

Got to believe in magic
Tell me how two people find each other
In a world that’s full of strangers
You’ve got to believe in magic
Something stronger than the moon above
Cause it’s magic when two people fall in love…

Oh, you’ve got to believe in magic
Tell me how two people find each other
In a world that’s full of strangers
You’ve got to believe in magic
Something stronger than the moon above
Cause it’s magic when two people fall in love…

In a world that’s full of strangers
You’ve got to believe in magic
Something stronger than the moon above

Cause it’s magic when two people fall…
Magic when two people fall…
Magic when two people fall in love…
Baca lebih lanjut

0

Keren

Tulisan ini dibuat berdasarkan hasil pengamatan dan pemikiran selama bertahun-tahun. Tulisan ini bersifat sangat subjektif.

Tidak ada orang yang benar-benar keren. Alasan kenapa orang terlihat keren adalah karena kita tidak menjalani kehidupan seperti orang lain yang kita anggap keren itu. 

Misalnya, ada orang yang jago ngoding. Orang yang belum bisa ngoding pasti melihatnya keren sekali. Tapi orang yang sehari-harinya ngoding dan punya skill yang nggak kalah hebat pasti melihatnya biasa aja. Bukannya sok, tapi ketika sesuatu sudah menjadi rutinitas, kadang sesuatu itu sudah tidak dianggap istimewa lagi. 

Contoh lain lagi, pernah ada berita yang sempat viral tentang pramugari yang sholat di perjalanan. Banyak orang yang menganggap itu ‘wow’. Tapi orang yang sudah biasa melakukan hal itu (sholat di perjalanan) mungkin menganggapnya bukan sesuatu yang luar biasa. Bukan tidak senang ada berita seperti itu, tapi pemberitaan yang beredar rasa-rasanya agak sedikit berlebihan. 

Kesimpulannya apa?

Baca lebih lanjut

0

Sederhana Tapi Sulit

Dalam bahasa Jawa, “manusia” disebut dengan “manungsa”. Manungsa sendiri kerap disebut sebagai akronim dari manunggaling rasa (kesatuan rasa). Ada banyak penafsiran tentang hal ini. Beberapa hari yang lalu, saya mendengar seorang bupati menafsirkan hal ini di salah satu acara talkshow di televisi. 

Menurutnya, manunggaling rasa itu dapat dimaknai bahwa kita harus mampu memperlakukan orang lain seperti bagaimana kita ingin diperlakukan. Jika kita ingin dihormati, hormatilah orang lain. Jika kita tidak suka didzolimi, jangan mendzolimi orang lain. Dan seterusnya. 

Sesimpel itu. Sesulit itu. 

Baca lebih lanjut