Otomen

Kali ini saya akan mencoba meresensi sebuah dorama. Yap, sesuai dengan judul postnya, dorama ini berjudul Otomen. Dorama ini diangkat dari shoujo manga (atau dalam bahasa Indonesianya “Serial Cantik”) yang ditulis oleh Kanno Aya. Sebelum masuk ke resensinya, mungkin saya bahas dulu arti kata Otomen disini.

Otomen merupakan kata gabungan antara kata Otome (乙女), kosakata dalam bahasa Jepang yang berarti “nona” dan men, bahasa Inggris dari “pria”.

Singkatnya, Otomen disini bisa diartikan sebagai laki-laki yang dari luarnya kelihatan cowok banget (keren, macho, dll), tapi di belakang ternyata suka melakukan hal-hal yang biasa dilakukan wanita.

Otomen Shoujo Manga

Tokoh utama di film ini adalah Masamune Asuka. Saat kecil, dia suka bermain boneka, masak-masakan, menyulam, dan segala jenis permainan anak perempuan. Hingga pada suatu hari, ayahnya membuat sebuah pengakuan yang mencengangkan. Ayah Asuka mengakui bahwa selama hidupnya, dia ingin sekali menjadi seorang wanita. Setelah mengakui hal itu, ayah Asuka pergi dari rumah dan tidak pernah kembali. Hal itu membuat ibu Asuka sangat shock dan trauma. Karena hal itu, ibu Asuka benar-benar memohon Asuka untuk menjadi laki-laki Jepang tulen, agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Dan sejak hari itu pula, Asuka berjanji untuk menjadi lelaki sejati.

Saat SMA, Asuka menjadi siswa yang populer di sekolahnya, Ginyuri Gakuen. Dia pintar, tampan, dan menjadi ketua ekstra kurikuler Kendo. Tidak ada yang tau bahwa dia sebenarnya adalah Otomen. Ya, dia tidak bisa benar-benar meninggalkan hal-hal yang suka dilakukan oleh wanita. Asuka begitu terampil memasak, menjahit, dan menyulam, suka makan coklat dan yang manis-manis, juga suka membaca shoujo manga. Tapi dia menyembunyikan semua itu dari orang-orang di sekitarnya untuk menjaga image-nya sebagai laki-laki sejati.

Suatu hari, Asuka tidak sengaja bertemu dengan Miyakozuka Ryo. Pertemuan itu ternyata membuat Asuka jatuh hati pada Ryo. Tak disangka, ternyata Ryo adalah murid pindahan yang baru masuk di Ginyuri Gakuen. Dan lebih tidak disangka lagi, dia masuk di kelas yang sama dengan Asuka. Tentunya ini membuat mereka berdua semakin dekat. Kedekatan itu membuat Asuka tau bahwa Ryo sebenarnya adalah anak yang tomboy. Sejak ibunya meninggal, Ryo diasuh oleh ayahnya yang ahli dalam berbagai jenis ilmu beladiri. Hal itu membuat Ryo menjadi anak yang pemberani, kuat (bahkan lebih kuat dari Asuka), dan jago beladiri. Di sisi lain, hal itu juga membuat Ryo tidak begitu terampil memasak, menjahit, atau melakukan hal-hal lain yang harusnya dilakukan seorang perempuan.

Sifat Asuka dan Ryo yang saling berkebalikan itulah yang membuat 12 episode di dorama ini menjadi penuh warna dan kekonyolan. Ditambah dengan kelakuan orang-orang di sekitarnya, juga plesetan adegan dari beberapa film (mulai Ju-On, Hana Yori Dango, Crows Zero, At the Dolphin Bay, bahkan Hachiko), dorama ini sukses membuat saya tertawa sampai guling-guling. * lebay mode: on *.

Otomen Dorama

Well, yang bisa saya ambil dari dorama ini adalah:

jangan pernah takut untuk menjadi diri sendiri

* the truth is, film ini kebanyakan joke, jadi pesan yang nyampe ya gak banyak.. wkwkwk

Dan ada 1 quote (yang menurut saya) menarik disini. Di episode 2, ketika mengajari Ryo memasak Gameni, Asuka berkata,

Recipe means Receive

resep adalah penerimaan. Jadi, yang perlu kita lakukan pertama kali sebelum memasak adalah membayangkan bagaimana tampilan dan rasanya. Jika kita bisa “menerima” tampilan dan rasanya (maksudnya, jika keduanya sudah terbayang dengan jelas), maka buku resep sudah tidak penting lagi. Benar atau tidak, kembali lagi pada anda :D

Casts (taken from Drama Wiki):

  • Okada Masaki as Masamune Asuka
  • Kaho as Miyakozuka Ryo
  • Kimura Ryo as Tonomine Hajime
  • Seto Koji as Ariake Yamato
  • Sano Kazuma as Tachibana Juta
  • Kiritani Mirei as Oharida Miyabi
  • Ichikawa Tomohiro as Kurokawa Kitora
  • Takei Emi as Tachibana Toshiko
  • Yanagihara Kanako as Hanazawa Yumeko
  • Takada Nobuhiko as Ryo’s father
  • Tsurumi Shingo as Asuka’s father
  • Yamamoto Mirai as Asuka’s mother

3 thoughts on “Otomen

  1. Ping-balik: Orange Pancake Ala Kadarnya « rumput jingga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s