The King’s Speech (2010)

The King's Speech

Kali ini saya akan menulis review dari film The King’s Speech. Well, tidak lain dan tidak bukan, saya menonton film ini karena bertanya-tanya “apa yang membuat film ini sedemikian bombastis, hingga bisa masuk dalam 12 nominasi Piala Oscar 2011??”. Awalnya saya mengira film ini adalah film yang serius sehingga “berat” untuk ditonton. Tapi setelah menontonnya, dugaan saya ternyata meleset. Diangkat dari kisah nyata, film ini memang serius, namun tidak berat untuk ditonton karena ceritanya mengalir begitu natural.

Film ini diangkat dari kisah nyata dari seorang pria bernama Bertie. Bertie adalah putra kedua dari Raja George V dari Inggris. Trauma masa kecil membuatnya gagap dalam berbicara. Berbagai terapi telah dilakoninya, namun tak jua membuahkan hasil. Hingga suatu saat, istrinya, Elizabeth menemukan seorang terapis yang nyentrik, Lionel Logue. Bertie yang sudah pesimis untuk sembuh awalnya menjalani terapi dengan setengah hati. Tak disangka, metode yang digunakan Logue ternyata mampu mengatasi kesulitan komunikasi Bertie sedikit demi sedikit.

Setelah kematian ayahnya, Raja George V, kakak dari Bertie, David, dinobatkan menjadi Raja Edward VIII. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Skandal yang dilakukan David membuat dirinya mundur dari posisi nomor satu di kerajaan, dan membuat Bertie tiba-tiba dinobatkan sebagai Raja George VI. Kala itu, negara sedang di ambang perang dan sangat membutuhkan sosok pemimpin. Bertie sempat ketakutan dan menyesali keputusannya menerima kedudukan sebagai Raja. Namun dengan dukungan dari keluarga (terutama istrinya), Logue, pemerintah, serta Winston Churchill, sang Raja bisa tetap tegar, bahkan mampu membuat jaringan radio yang menginspirasi rakyatnya dan menyatukan mereka dalam pertempuran.

Personally, menurut saya adegan paling menegangkan dari film ini adalah ketika Bertie harus melakukan pidato pertamanya setelah dinobatkan menjadi Raja. Dalam diri saya serasa ada kekhawatiran bahwa Bertie tidak mampu menyelesaikan pidatonya dengan baik, seperti sebelum-sebelumnya. Ketika akhirnya dia berhasil dengan bantuan Lionel, rasanya saya bisa ikut merasakan kelegaan Bertie, Lionel, serta Elizabeth dalam film tersebut.

Dari film ini, saya mendapatkan pesan positif, bahwasanya setiap orang memiliki potensi untuk menjadi orang hebat. Hanya saja, kadang potensi itu tidak mampu kita lejitkan karena tertutupi oleh kekurangan dan ketakutan kita. Untuk itulah kita membutuhkan teman. Bukan teman yang hanya ada saat kita sedang senang dan pergi saat kita terpuruk, namun teman yang bisa mendengarkan masalah kita, teman yang bisa menenangkan ketika kita sedang marah atau tegang, teman yang selalu mendukung kita untuk maju dan mampu melampaui kekurangan kita.

Keep on struggling, ‘cause we are stronger than our fear :)

Cast:
Colin Firth as King George VI
Geoffrey Rush as Lionel Logue
Helena Bonham Carter as Queen Elizabeth
Michael Gambon as King George V
Guy Pearce as King Edward VIII
Timothy Spall as Winston Churchil

2 thoughts on “The King’s Speech (2010)

  1. Hoo.. pesan positif nya bagus juga.. :d
    Setuju, kita emang selalu butuh sahabat, tuk saling berbagi dan menyamangati.
    jadi inget film “My Name is Khan”
    We are Stronger than our fears, Greater than our limits.
    :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s