Berawal dari Mata

Sebelum anda membaca tulisan ini secara lengkap, jangan dulu memiliki persepsi tertentu terhadap judulnya. Walaupun tulisan ini saya beri judul “Berawal dari Mata”, bukan berarti tulisan ini menceritakan tentang cinta yang berawal dari mata lalu turun ke hati. Hehe. Maksud saya menulis ini adalah membahas sedikit tentang awal mula dari sesuatu yang menjadi penyebab mata saya menjadi seperti mata panda (baca tulisan sebelumnya).

Semuanya berawal dari kamar. Sebagai anak kos yang tinggal sekamar sendirian, for me, my room is my territory. Saya berhak mengatur kamar sesuai dengan keinginan saya. Tentunya saya ingin kamar saya dapat menjadi tempat untuk istirahat, juga mengisi semangat setelah seharian beraktivitas. Terlebih lagi intensitas saya menghabiskan waktu di kamar saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan masa kuliah S1 ataupun saat kerja dulu. So, my room has to be clean, tidy, and mood boosting :)

Pada tulisan terdahulu, saya pernah mengambil gambar dari satu sisi kamar saya. Kali ini, saya akan menampilkan sisi yang lain.

Another Corner of My Room

Oke, sekarang fokuskan perhatian anda pada dinding di sebelah kasur saya. Ada objek apa disana? Jika anda menjawab papan tulis, anda benar. Papan tulis itu sudah saya gantung disana sejak hampir 3 pekan yang lalu.Di papan tulis itu, saya menuliskan tugas-tugas yang harus saya selesaikan, mulai dari tugas yang penting (e.g: kuliah, janji, proyek, dll) hingga tugas yang “penting” (e.g.: menyapu kamar, deposit pulsa, angkat jemuran, dll). Namun sungguh, apa yang terjadi sejak saya menggantungkan papan itu di dinding sebelah kasur saya ternyata lebih dari yang saya bayangkan.

Papan tulis itu secara tidak langsung ‘mengintimidasi’ saya. Setiap kali melihat tulisan di papan itu, saya rasanya ingin sekali menghapusnya. Namun apalah daya, jika saya memang belum menyelesaikan tugas itu, saya tidak boleh menghapusnya secara membabi buta. Itu sama saja dengan membohongi diri sendiri. Tidak ada orang yang tahu, namun batin bergejolak. Akhirnya tidak ada pilihan lain selain mengerjakannya satu persatu dan menghapusnya jika memang sudah waktunya. * ceileee.. mbak iki rek :p *

Sekarang kembali kepada judul. Memang semua berawal dari mata. Tulisan di papan itu hanya sebuah contoh kecil tentang bagaimana sesuatu yang kita lihat mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Dari sini, saya mengambil kesimpulan. Jika kita ingin pikiran dan tindakan kita penuh dengan energi positif, sedapat mungkin usahakan untuk banyak melihat hal-hal yang positif juga. :D

Sedikit pesan bijak dari WRP:

Jika anda berjalan-jalan ke supermarket, jangan tergoda untuk memberi cemilan yang tidak sehat, apalagi yang kalorinya tinggi. Ingat, tidak beli = tidak lihat = tidak ingin menghabiskan = tetap langsing.

Sedikit pesan (sok) bijak dari saya:

Jika anda banyak tugas, tuliskan saja di tempat yang dapat anda lihat setiap waktu. Ingat, lihat = galau = selalu ingin mengerjakan = tugas selesai tepat waktu. :p

Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Berawal dari Mata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s