Belajar LaTeX

Jika mendengar sesuatu yang berakhiran -tex, asosiasi saya langsung ke pembal*t wanita. Sepertinya bukan salah saya juga, mengingat banyaknya merk pembal*t yang berakhiran -tex, misalnya: s*ftex, k*tex, hers pr*tex, dan lain-lain. :P Tapi untunglah, LaTeX bukanlah satu dari merk-merk itu. :D

Lantas, apa itu LaTeX?

LaTeX adalah sebuah program typesetting dan merupakan pengembangan dari program TeX buatan Donald Knuth. Jika anda belum paham apa itu program typesetting, perhatikan penjelasan berikut.

Jika kita membuat dokumen pada komputer, langkah-langkah di bawah inilah yang biasa dilakukan:

  1. Tulisan diketikkan melalui keyboard.
  2. Tulisan kita diformat ke dalam baris, paragraf, dan halaman.
  3. Tulisan kita tampil di layar komputer.
  4. Tulisan yang sudah jadi dapat dicetak.

Dalam sebagian besar aplikasi pengolah kata, semua langkah ini telah terintegrasi dalam satu paket aplikasi. Gampangannya, kita sudah tidak perlu pusing untuk mengedit dokumen kita. Namun tidak demikian dengan program typesetting. Program typesetting seperti TeX hanyalah terfokus pada langkah kedua. Jadi, untuk melakukan pengaturan dokumen menggunakan TeX, kita tidak hanya mengetikkan isi dokumen kemudian klik, klik, klik, dan selesai (seperti misalnya pada Microsoft Word). Pada TeX, selain mengetikkan isi dokumen, kita juga perlu mengetikkan command yang dibutuhkan untuk memformat teks, kemudian meng-compile-nya. Setelah di-compile, barulah dokumen dapat kita lihat melalui previewer, atau langsung dicetak dengan menggunakan printer.

TeX juga dapat dikategorikan sebagai sebuah bahasa pemrograman. Dengan mempelajari bahasa ini, orang dapat menuliskan kode untuk berbagai fitur tambahan yang dapat digunakan untuk “mempercantik” dokumen. LaTeX sendiri adalah sekumpulan fitur tambahan yang ada pada TeX. Salah satu kelebihan dari TeX adalah fitur-fiturnya yang dapat terus bertambah dengan semakin banyaknya orang yang menuliskan paket-paket tambahan.

Dari sini, orang mungkin akan bertanya, “Jika ada cara yang mudah, mengapa harus dipersulit”? Mengapa harus menggunakan LaTeX jika dengan aplikasi pengolah kata saja kita sudah bisa?

Jawabannya terletak pada motivasi dari pembuatan TeX. Donald Knuth pernah berkata bahwa tujuannya menciptakan TeX adalah untuk melakukan pengaturan dokumen-dokumen teknis secara “cantik”, khususnya untuk dokumen yang banyak memuat persamaan-persamaan matematika. Hal ini disebabkan tidak mudah untuk menuliskan rumus matematika yang kompleks dengan menggunakan aplikasi pengolah kata biasa. Namun demikian, penggunaan LaTeX juga tidak sebatas itu. Untuk tulisan biasa pun, jika kita ingin dokumen kita terlihat “cantik”, maka LaTeX adalah pilihannya.

Berikut ini contoh sangat sederhana tentang penggunaan LaTeX.

\documentclass{article}
\begin{document}
Bismillaahirrohmaanirrohiim. Ini adalah tulisan pertama saya dengan menggunakan \LaTeX. \emph{Uyeee}.
\end{document}

Setelah di-compile, contoh hasilnya dapat dilihat pada file: test.pdf

Sekian dulu tulisan kali ini, karena saat ini belajar saya masih pada tahap amat sangat awal. Insya Allah nanti saya akan membahas lagi tentang LaTeX pada tulisan yang lain. :D

Catatan:

  • Saya menggunakan sistem operasi Windows Vista.
  • Saya menginstal MiKTeX, dengan TexMakerX sebagai editor teksnya.
  • Contoh penggunaan LaTeX di atas saya simpan dengan nama test.tex.
  • Untuk meng-compile, saya menggunakan command prompt. Format command-nya sendiri adalah:

    latex namafile

    Jika file terletak di lain working directory, ketikkan path-nya dulu sebelum nama file-nya. Contoh, nama file saya adalah test.tex, dan saya simpan pada direktori latex di drive D. Jika working directory saya adalah D:\ , maka saya harus menuliskan:

    latex D:\latex\test

    Namun jika working directory saya adalah D:\latex, saya cukup menuliskan:

    latex test

    Jika berhasil di-compile, kita dapat melihat hasilnya dengan membuka file dengan ekstensi .dvi pada direktori yang sama dengan file .tex. Jadi, karena nama file saya adalah test.tex, maka setelah di-compile akan ada file test.dvi.

  • Untuk membuat file pdf, saya mengaktifkan proses pdflatex melalui TexMakerX (Tools–>PDFLaTeX), kemudian baru di-compile. Dengan demikian, file yang dihasilkan tidak hanya test.dvi, tapi juga ada test.pdf.

Referensi:

LATEX Tutorials

9 thoughts on “Belajar LaTeX

  1. Salam.

    Saat ini saya tengah mempersiapkan sebuah buku tentang LaTeX, mengingat sangat sedikit referensi LaTeX berbahasa Indonesia. Padahal, LaTeX masih menjadi standar dalam dunia akademis, seperti untuk penulisan di jurnal-jurnal ilmiah internasional.

    Saya sangat senang mendapati para pembelajar LaTeX dari Indonesia, apalagi yang membagikannya pada publik, seperti blog ini.

    Saya membayangkan sebuah forum pengguna LaTeX dan TeX di Indonesia, yang sangat berguna bagi mereka yang ingin mulai belajar LaTeX.

    Saya tunggu tanggapan atas komentar saya ini.

    Salam.

    • Wah, bagus tuh idenya buat bikin forum LaTeX :)
      Iya emang LaTeX di Indonesia saat ini masih kalah populer di masyarakat umum, terutama klo dibandingkan dengan Ms Word. Padahal mah klo udah biasa pake LaTeX, kerasa kok klo lebih enak pake LaTeX. Klo susah/ males pake editor yg pake “ngoding”, editor yg WYSIWYG kan juga ada. Yang jadi masalah mungkin ya mengawali belajarnya. Pas baru mau belajar, mungkin mikirnya “kok ribet banget sih?”. Padahal mah ribetnya LaTeX cuma di awal. Ms Word keliatannya aja gampang, padahal mah ribetnya sampe akhir hayat, hehehe. Udah gitu sebagus-bagusnya dokumen yang dibikin pake Ms Word, menurut saya juga ga lebih bagus dari dokumen yang bikinnya pake LaTeX.
      Semangat deh bikin bukunya. Semoga bisa lebih bikin orang-orang kenal dan tertarik pake LaTeX. :)

  2. Ping-balik: LaTeX | michaelismyname

  3. Ping-balik: LaTex | Dennymuharomariawan's Blog

    • What, kanda?! o.O
      Sebenarnya dari referensi LaTex Tutorials yang pdf di atas sudah cukup lengkap dan jelas kok. Tapi kalau malas bacanya sih coba install LyX aja, karena lebih gampang buat bikin dokumen LaTex tanpa harus tahu banyak tentang syntax di belakangnya :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s