King 2 Hearts (2012)

Tulisan ini sudah ngendon beberapa pekan di draft. Dulu pas lagi mood nulis, ada aja godaan yang bikin nulisnya ga selesai. Giliran ga ada godaan, mood nulisnya yang lagi turun. Nah berhubung sekarang lagi mood nulis, saya selesaikan saja. Rasa-rasanya juga agak nyambung dengan isu yang sampai saat ini masih selalu hangat. Konspirasi.

Sesuai dengan judulnya, kali ini saya ingin membahas sedikit tentang King 2 Hearts, sebuah serial drama Korea yang airing di pertengahan tahun 2012 ini. Drama ini beberapa waktu yang lalu juga sempat tayang di Indosiar.

King 2 Hearts

Inti cerita di drama ini adalah tentang kerajaan Korea Selatan di masa kini. Alkisah, Lee Jae Ha adalah seorang putra mahkota yang boleh dikatakan relatif hedon. Kakaknya, Lee Jae Kang, yang notabene adalah raja, ingin mengubah perilaku Jae Ha dengan memasukkannya ke dalam sebuah tim gabungan Korea Utara – Korea Selatan yang khusus dibentuk untuk event WOC. Tim gabungan ini juga sekaligus representasi dari keinginan Jae Kang untuk membangun hubungan yang harmonis antara Korea Utara dan Selatan. Tim ini terdiri atas 6 orang, yang salah satunya adalah wanita dari Korea Utara, yaitu Kim Hang Ah. Walaupun dia wanita, disini digambarkan bahwa kekuatannya setara, bahkan lebih kuat daripada lelaki pada umumnya. Karena itulah, sampai Hang Ah berusia 30-an pun dia masih belum menemukan pendamping hidupnya.

Selanjutnya, mungkin bisa ditebak. Ya seperti tipikal drama Korea pada umumnya, pemeran utama lelaki yang menyebalkan pasti dipasangkan dengan pemeran utama wanita yang judes. Di film ini pun demikian, Jae Ha dijodohkan dengan Hang Ah. Otomatis, negara jadi gempar. Bagaimana tidak, mereka berasal dari dua negara yang walaupun bertetangga tapi masih sering berkonflik satu sama lain. Terlebih lagi, Jae Ha adalah keluarga kerajaan. Banyak yang tidak setuju dan berusaha menggagalkan perjodohan itu. Dan karena ini sudah level negara, untuk menggagalkan perjodohan itu, pihak-pihak yang tidak setuju itu pun merencanakan berbagai konspirasi politik (dan sejujurnya, menurut saya, poin inilah yang bikin drama ini jadi berat).

Salah satu pihak yang tidak menyetujui perjodohan ini adalah Kim Bong Goo alias John Mayer (bukan John Meyer loh, itu mah penyanyi) dari Club M. Dia tidak setuju karena jika perjodohan itu terjadi, perdamaian Korea Utara dan Selatan akan lebih mungkin terwujud. Jika Korea Utara dan Selatan berdamai, dia bisa rugi. Kenapa? Karena bisnisnya Club M adalah memasok alat-alat perang, dan intentionally, Club M mendanai perang-perang yang terjadi di dunia. Jadi, demi mencegah perdamaian antara dua negara ini, Bong Goo menghalalkan segala cara, bahkan membunuh sang raja (Jae Kang) dan istrinya, serta membuat putri mahkota (Jae Shin) menjadi cacat dan mengalami gangguan kejiwaan.

Setelah Jae Kang terbunuh, Jae Ha-lah yang menjadi raja, karena Jae Kang belum dikaruniai keturunan. Bong Goo berpikir bahwa Jae Ha akan lebih mudah diintimidasi. Tapi kenyataannya malah sebaliknya. Jae Ha lebih berani menantang Bong Goo. Tentu saja hal ini membuat Bong Goo naik darah, sehingga dia pun semakin gencar melancarkan berbagai konspirasi politik.

Dan seterusnya. Dan seterusnya. Dan seterusnya. Intinya Bong Goo terus membuat konspirasi bersama Club M-nya, sementara Jae Ha juga tetap teguh pada pendiriannya. Di akhir cerita, Bong Goo pun dinyatakan bersalah oleh pengadilan internasional, dan kemudian dijebloskan ke penjara. Apakah hal ini juga merupakan akhir konspirasi yang ada? Ternyata tidak. Club M berganti nama menjadi M Society dan terus melakukan konspirasi. Tapi Jae Ha tak gentar. Dia tetap bertahan bersama orang-orang kepercayaannya dan tidak ingin tunduk pada konspirasi-konspirasi tersebut.

Nah, seperti yang saya tuliskan di awal, ada beberapa hal terkait konspirasi yang membuat saya merasa film ini berat. Sejujurnya saya juga bukan pengamat konspirasi, tapi ada beberapa hal yang menurut saya memang benar-benar merepresentasikan kenyataan di dunia. Kenyataan itu antara lain:

    1. Dunia ini dikendalikan oleh sekelompok orang. Ada campur tangan mereka di balik setiap chaos. Pun ketika tidak ada alasan untuk terjadi chaos, mereka bisa merekayasa dan mengada-adakan alasan sehingga chaos tetap terjadi.
    2. Lebih banyak pihak yang bersekutu dengan orang-orang pada poin 1 daripada pihak yang melawan. Motifnya bisa macam-macam. Bisa demi uang, demi kekuasaan, demi reputasi, atau demi hal-hal lain yang menguntungkan bagi pihak tersebut. Terlebih lagi, resiko untuk pihak yang melawan adalah disingkirkan. Entah diturunkan dari jabatannya dengan alasan yang dibuat-buat, atau yang lebih ekstrim ya dibunuh.

Konsekuensi dari poin 1 dan 2 adalah konspirasi akan tetap ada, no matter how we stand against them. Tapi itu juga sebenarnya bukan alasan bagi kita untuk tidak bersikap tegas terhadap konspirasi itu. Lantas apa yang dapat kita lakukan untuk menyikapinya? Itulah PR yang harus diselesaikan.

Satu lagi. Di drama ini digambarkan bahwa media (TV) suka manas-manasin pemirsanya tiap kali ada isu tertentu. Padahal nih, yang diberitakan di media juga belum tentu sepenuhnya benar. This is exactly what happens now. So, jangan pernah langsung percaya sama pemberitaan di media. Cobalah mencari tahu dulu, mengumpulkan fakta dari berbagai sumber, baru kemudian “memutuskan” mana yang kita anggap benar dan mana yang kita anggap salah. Ya, semuanya kembali ke hati nurani kita sendiri, lebih percaya dengan fakta yang mana. Mau gimana lagi, kita emang ga pernah benar-benar tahu fakta di lapangan seperti apa. Andaikata yang kita yakini ternyata salah, at least kita sudah berusaha mencari tahu. :)

.. segini dulu ya temans ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s