세상 어디에도 없는 착한남자

Satu lagi drama Korea yang ingin saya ulas di blog ini. Kali ini, masih dari tahun 2012, ada sebuah drama seri yang berjudul 세상 어디에도 없는 착한남자 (Sesang Eodiedo Eobneun Chakhan Namja), atau lebih sering disebut dengan judul 착한남자 (Chakhan Namja)/Innocent Man/Nice Guy, yang salah satu OSTnya telah saya tuliskan sebelumnya. Berikut ini posternya.

Nice Guy Poster

Tokoh utama dalam drama ini adalah Kang Ma Roo (Song Joong Ki), seorang laki-laki dari keluarga yang relatif kurang mampu, namun memiliki masa depan cerah sebagai dokter. Kesalahannya hanya satu, mencintai Han Jae Hee (Park Si Yeon) yang sangat ambisius dan tega berbuat apa saja untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Karena cintanya ini, ketika Jae Hee tidak sengaja membunuh seorang laki-laki, Ma Roo-lah yang menyerahkan diri ke polisi dan mengakui bahwa dialah yang melakukan kejahatan itu. Dia pun harus mendekam selama 5 tahun di dalam penjara dan mengorbankan masa depannya sebagai dokter.

Ketika sudah bebas dari penjara, Ma Roo baru mengetahui bahwa setelah apa yang dikorbankannya, ternyata Jae Hee malah menjadi simpanan dari seorang pengusaha kaya. Ma Roo sangat kecewa. Dia pun akhirnya memanfaatkan anak tiri Jae Hee, Seo Eun Gi (Moon Chae Won), untuk membalas dendam kepada Jae Hee. Eun Gi adalah seorang gadis yang keras, sama kerasnya dengan ayahnya. Karena sama-sama kerasnya itulah Eun Gi dan ayahnya kerap kali bertengkar. Pertengkaran itu semakin sering terjadi setelah Jae Hee menjadi simpanan ayahnya dan ibu kandung Eun Gi diusir dari rumah. Karenanya, Eun Gi sangat membenci Jae Hee.

Singkat cerita, Eun Gi jatuh cinta kepada Ma Roo karena Ma Roo telah banyak membantunya, terutama ketika Jae Hee berencana menjual sebuah resort warisan ibu Eun Gi di Aomori, Jepang. Eun Gi mengira Ma Roo juga mencintainya. Eun Gi tidak tahu bahwa Ma Roo melakukan itu untuk kepentingannya sendiri, yaitu menghancurkan hidup Jae Hee. Setelah mengetahui alasan itu, Eun Gi merasa sangat marah. Puncaknya adalah ketika ayahnya meninggal karena serangan jantung. Saat ayahnya meninggal, Eun Gi sedang tidak berada di sisi ayahnya karena kala itu dia lebih memilih untuk bersama Ma Roo. Eun Gi akhirnya nekat menabrakkan mobilnya ke mobil yang dikendarai oleh Ma Roo.

Kecelakaan ini membuat Eun Gi menderita kerusakan otak sehingga dia tidak mampu mengenali dirinya sendiri, orang-orang di sekitarnya, serta kehilangan semua kemampuannya, termasuk membaca dan menulis. Sementara itu, Ma Roo mengalami pendarahan otak yang jika tidak dioperasi dapat menyebabkan kematian. Kendati demikian, Ma Roo tidak ingin menjalani operasi sebelum dapat mengembalikan apa yang seharusnya menjadi miliki Eun Gi, karena pasca kecelakaan itu, perusahaan milik ayah Eun Gi jatuh ke tangan Jae Hee.

Dan singkatnya, Ma Roo akhirnya menyadari bahwa dia mencintai Eun Gi, bukan Jae Hee. Sementara itu, Eun Gi akhirnya mendapatkan semua ingatannya kembali dan mengingat apa yang pernah dilakukan Ma Roo padanya. Disini tentu terjadi konflik batin dalam diri Ma Roo dan Eun Gi. Dan setelah mengalami beberapa peristiwa, bahkan yang hampir mengantarkan pada kematian, Ma Roo dan Eun Gi dapat kembali bersama, beberapa tahun kemudian. Sementara itu, Jae Hee menyadari kesalahan-kesalahannya dan memilih untuk melepakan harta dan kekuasaannya untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. The End. Happy ending setelah beberapa gulung tisu.

Film ini berhasil menyabet 4 penghargaan di KBS Drama Award 2012 untuk Top Excellence Award kategori aktor (Song Joong Ki), Top Excellence Award kategori aktris (Moon Chae Won), Netizens’ Award (Song Joong Ki & Moon Chae Won), serta Best Couple Award (Song Joong Ki dan Moon Chae Won). Film ini juga meraih penghargaan Best Actor Award (Song Joong Ki) di 1st K-Drama Star Awards 2012. Ratingnya di Korea juga cukup tinggi, sekitar 16 – 17%. Memang benar, akting para aktor dan aktris dalam drama ini memang oke, kendati menurut saya jalan ceritanya masih menyisakan beberapa kejanggalan.

Oke, menonton drama ini, ada beberapa hal yang tertinggal di kepala saya. Saya buat jadi poin-poin saja ya agar tidak terlalu panjang. :)

  • Dikisahkan bahwa Ma Roo adalah orang yang miskin. Saking miskinnya, setelah keluar dari penjara, dia bekerja sebagai “lelaki panggilan” untuk memenuhi kebutuhannya dan adiknya. Di sini, saya memiliki beberapa pertanyaan:
    • Jika Ma Roo memang sangat miskin, mengapa dia punya mobil yang bagus?
    • Mengapa Ma Roo lebih memilih menjual diri daripada menjual mobil? Apakah di Korea sana mobil harganya murah? x_x
    • Jika Ma Roo memang sangat miskin, dari mana dia punya uang untuk pergi ke Jepang dan membantu Eun Gi mempertahankan resort-nya di Aomori? Mengapa tidak ditabung saja? So unwise.. x_x
  • Di satu episode, ada adegan dimana Ma Roo dan Eun Gi saling menelepon namun keduanya hanya diam. Diam sambil berbicara dalam hati. Why don’t they just talk to each others?! Oh seriously, that scene dramatically hurts my logic! x_x
  • Di episode terakhir, ketika Ma Roo ditusuk oleh salah seorang tokoh antagonis, mengapa Eun Gi tidak menyadarinya? Ma Roo juga kenapa masih kuat jalan, ngobrol, bahkan kissing setelah ditusuk? Why why why? Both of you drives me crazy *sigh* x_x
  • Ma Roo punya seorang adik bernama Kang Choco (Lee Yoo Bi) yang sejak kecil sakit-sakitan. Tapi kenapa.. Kenapa Choco hanya sakit di episode awal-awal saja? Di tengah hingga akhir drama ini, Choco sudah tidak pernah sakit lagi.. x_x *suka-suka dia dong, dia yang sakit kenapa kamu yang repot wenk?! x)*
  • Ma Roo memiliki teman bernama Park Jae Gil (Lee Kwang Soo — Joong Ki’s same-age friend :D). Di suatu episode, dikisahkan bahwa Jae Gil sebenarnya adalah anak orang kaya. Pertanyaannya, mengapa hal ini perlu diceritakan jika hingga akhir drama hal ini tidak membawa pengaruh apa-apa? Di episode terakhir pun tidak diceritakan Jae Gil pada akhirnya bekerja di mana dan sebagai apa. Pekerjaannya ada hubungan atau tidak dengan keluarganya pun tidak jelas. x_x
  • Ada satu hal yang membuat saya sedikit distracted dalam drama ini. Ada begitu banyak scene dengan kombinasi warna hitam – putih – merah. Yang pernah saya baca, ada orang-orang yang menggunakan kombinasi warna itu untuk melakukan mind control. Tujuannya ya untuk melakukan brainwash, memasukkan pemikiran tertentu ke alam bawah sadar. Entah film ini memang memiliki maksud untuk itu ataukah itu semua hanya untuk alasan artistik semata. Mereka sendiri yang tahu.

Lastly, yang menurut saya implied dari drama ini antara lain:

  • Kita memang tidak bisa memilih pada siapa kita akan jatuh cinta. Dan pada suatu saat, bisa jadi kita jatuh cinta pada orang yang salah. Efek minimal yang dirasakan ya paling-paling galau sendiri. Kecuali jika kita sedang sial seperti Ma Roo, sudah dipenjara karena kesalahan yang tidak diperbuatnya, masa depannya hancur, difitnah, dipukuli, ditabrak mobil, dan lain-lain. Oalah, melas men toh kowe le.. -__-”
    • Jadi, kesimpulan saya adalah, love is illogical. Ya iyalah, kalo logical mah namanya algoritma :D Tapi tetep, secinta-cintanya kita sama sesuatu atau seseorang, selalu sisakanlah ruang untuk logika. Atau jika mengutip salah satu quote di film “I Love You Om”: cinta memang nggak punya mata, tapi kita harus punya mata.
  • Mungkin terkadang kita berpikir bahwa cobaan kita terlalu berat, bahkan menyalahkan Tuhan atas “ketidakadilan” yang terjadi pada diri kita. Atau yang lebih parah, seperti Ma Roo, menyangkal keberadaan Tuhan. Na’udzubillaah.
    • Cobaan hidup adalah sebuah keniscayaan. Setiap manusia pasti akan diuji dengan berbagai ujian. Apa gunanya? Ya tentu untuk membuat kita “naik level”, menjadi lebih baik dan lebih kuat. Maka dari itu, seberat apa pun cobaan kita, jangan lupa bahwa kita punya Tuhan. Jalani dan hadapi saja dengan tegar, karena suatu saat di masa depan, bisa jadi kita bersyukur atas kekuatan yang kita miliki setelah berhasil menghadapi cobaan itu. So, keep calm, and stay positive. :)
  • Memang benar, tidak ada orang yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki sisi baik dan sisi jahat. Tapi yang digambarkan dalam film ini, semuanya terlalu “abu-abu”. Konsep baik dan buruknya seperti dikaburkan. Dan menurut saya, salah satu potongan cerita yang abu-abu dalam film ini adalah ketika Ma Roo berprofesi sebagai mata-mata suatu perusahaan yang berusaha untuk menghancurkan perusahaan-perusahaan saingannya. Uang yang dia dapatkan diberikan kepada Choco. Choco tidak mau menerima “uang haram” itu, malah diberikannya pada anak dari salah satu korban ‘kejahatan’ Ma Roo. Jae Gil yang menjadi penengah pertama-tama datang menemui Ma Roo. Kepada Ma Roo, dia bertanya, “Seandainya kamu menjadi Choco, maukah kamu menerima uang haram itu?”. Setelah itu, Jae Gil datang pada Choco dan berkata, “Ma Roo sudah bekerja keras untuk mengumpulkan uang untukmu, mengapa justru kau berikan pada orang lain?”. And that piece of story was obviously confusing. Dear scriptwriter, what are you trying to convince?
    • Dari poin ini, yang ingin saya sampaikan adalah: Jadilah orang baik yang berpegang pada prinsip-prinsip yang baik, sesuai yang diajarkan oleh agama kita. Memang kadang karena kelemahan kita, sadar atau tidak, kita bergeser masuk ke zona abu-abu. Tapi itu bukan alasan atau pembenaran untuk bertahan di zona itu. Kembalilah ke prinsip yang benar sebelum terlambat.

Gitu aja lah, kepanjangan ini kayaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s