Hati dan Kaca

Hari Jum’at pekan lalu, saya sempat mengikuti sebuah pengajian umum. Ada banyak materi yang disampaikan oleh Ustadzah pematerinya. Dari banyak materi itu, ada sepenggal materi yang sebenarnya bukan sesuatu yang baru, namun kiranya cukup untuk menjadi reminder bagi kita  semua. Tentang hati dan kaca.

Prolog sedikit. Jika kita berada dalam sebuah ruangan yang gelap tanpa cahaya, dapatkah kita melihat benda-benda apa saja yang ada di ruangan tersebut? Tentu tidak bisa. Kita dapat melihat sesuatu jika dan hanya jika mata kita menangkap adanya cahaya yang menerangi benda tersebut.

Jika kita berada di dalam sebuah gedung, kita dapat melihat kondisi di luar melalui kaca jendela, tentunya jika di luar ada penerangan. Namun apa yang terjadi jika kaca jendela di gedung itu buram? Boleh jadi cahaya di luar masuk secara samar atau malah tidak masuk sama sekali.

Hati juga seperti itu. Seperti kaca. Jika hati kita buram, cahaya Allah akan sulit menembus ke dalam hati kita. Hidayah dari Allah akan sulit sampai kepada kita. Maka dari itu, hati kita harus sering-sering dibersihkan agar kita dapat selalu peka dalam menerima petunjuk dari Allah yang disampaikan melalui orang-orang atau kejadian-kejadian di sekitar kita.

Membersihkan hati memang bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Akan tetapi, jika kita enggan membersihkannya dengan alasan sulit, lama kelamaan dia akan menjadi buram. Jadi ya, sebenarnya pilihannya hanya ada 2, membersihkan walaupun sulit atau membiarkannya buram.

You choose. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s