Basic Knowledge: Susu UHT dan Susu Pasteurisasi

This is a basic knowledge that every milk lover should know (moms should know, too!). Well, I used to think that pasteurized milk is the same as UHT milk. But I was wrong. Although they are quite similar, they went to a slightly different procedure in the process of production.

Sebenarnya, baik susu UHT maupun susu pasteurisasi pada dasarnya ya sama-sama susu sapi yang dipanaskan. Bedanya, susu UHT dipanaskan dalam suhu 138° C (atau 280° F) selama 2 detik. Sementara itu, susu pasteurisasi dipanaskan dalam suhu 72° C (atau 161,5° F) selama 15 detik. Jadi intinya, perbedaan antara keduanya terletak pada suhu dan lama pemanasannya.

Perbedaan dalam suhu dan lama pemanasannya ini menyebabkan susu UHT dan susu pasteurisasi memiliki daya tahan yang berbeda pula. Pada susu UHT, semua mikroorganisme pada susu akan mati ketika dipanaskan. Sementara itu, pada proses pasteurisasi, tidak semua mikroorganisme akan mati. Proses pasteurisasi bertujuan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme sehingga susu tidak akan beresiko menyebabkan penyakit. Karena itulah, susu UHT memiliki daya tahan yang lebih lama daripada susu pasteurisasi. Susu UHT dapat tahan disimpan dalam suhu ruangan hingga 6 bulan, atau bahkan 1 tahun. Sementara itu, susu pasteurisasi hanya dapat bertahan 1-2 hari dalam suhu ruangan. Jika kita tidak ingin segera meminumnya setelah membeli, sebaiknya susu pasteurisasi dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Dalam lemari pendingin pun susu pasteurisasi hanya tahan beberapa pekan saja (bahkan tidak ada yang tahan hingga 2 bulan). Tidak percaya? Coba bandingkan tanggal kadaluarsa pada kotak susu UHT dan susu pasteurisasi. :D

Jika kita membandingkan dari segi cita rasa, susu pasteurisasi akan terasa jauh lebih mirip dengan susu sapi segar. Sementara itu, susu UHT akan terasa agak sedikit “gosong” karena sangat tingginya suhu yang digunakan saat pemanasan. Kalau saya pribadi juga lebih prefer susu pasteurisasi daripada susu UHT karena rasanya lebih enak, hehehe. Btw, karena tinggi suhunya itu pula, kandungan gizi pada susu UHT akan berkurang lebih banyak dibandingkan pada susu pasteurisasi.

Ok, that’s one of the basic knowledge that we should know about milk. See you next time. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s