Bumi

Waktunya review buku. :)

Bumi

Kali ini saya akan mengulas sedikit tentang sebuah karya fiksi dari Bang Tere Liye yang berjudul “Bumi”. Sebenarnya agak iseng juga beli buku ini, karena waktu saya ke toko buku saat itu, saya bermaksud mencari buku tentang masakan, food combining, atau sejenisnya. Eh, tidak tahunya, ada buku ini beberapa tumpuk. Penasaran, saya membaca ringkasan di sampul belakangnya.

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku, Raib. Dan aku bisa menghilang.

Kesan pertama sih ‘okay, lucu nih kayaknya’. Dibilang penasaran dengan ceritanya ya tidak juga. Dibilang tidak penasaran ya kepingin baca juga. Plin plan, hehehe. Ya sudahlah, daripada bingung, saya beli saja. Dan ternyata…

Lucu banget! :D

Eh tapi bukan lucu yang humor sih. Seru saja membaca petualangan tidak biasa yang dialami Raib dan dua temannya. Sekali baca, rasanya ingin baca terus sampai habis, karena memang seru. Saya memang bukan penggemar tulisan-tulisan fiksi, apalagi yang fantasi seperti ini. Tapi asli, membaca buku ini terasa seperti refreshing bagi saya.

Biasanya juga ketika saya membaca sesuatu, saya merasa ada yang harus ada “sesuatu” yang dapat saya ambil. But I totally forgot it. I don’t feel the urge to find that “something” in this story. Kalaupun ada yang saya dapatkan dari sini, itu adalah bebaskan imajinasimu! Some things are not meant to be in the real world, but in the fantasy world of a writer, anything can happen. And sometimes, innovations in the real world are once an imagination that people might think they are impossible /nonsense. So, the conclusion is, seperti pesan Bang Tere tempo hari, biasakan untuk mengamati sekitar kita dan cobalah untuk memiliki sudut pandang yang unik dalam menyikapi apapun yang kita temui. :)

PS: Can’t wait for the sequel!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s