Luv Your Life (Silverchair)

You don’t know the truth and I luv your life
And you don’t know the truth and I luv your life

Thrust the candle to the dark of your disease
Burn the fish plate, execute ill memories
Labyrinth of sympathy in which I’m lost and can’t leave

And too much truth overshadows the lime lies
‘Cause what lies beneath the clouds is an altered perception
And I’ll pay for sanity, but sanity don’t come cheap

You don’t know the truth and I luv your life
And you don’t know the truth and I luv your life
‘Cause you don’t know the truth and I luv your life

Doo doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo

And you don’t know the truth and I luv your life
And you don’t know the truth and I luv your life
And you don’t know the truth, I luv your life

Flinch against the fire but this ain’t winter
And I’m all by myself
The way I wanna be, where I’m content to be
To be all by myself
And frozen eyes are bound to melt

Doo doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo

You don’t know the truth and I luv your life
And you don’t know the truth and I luv your life
And you don’t know the truth and I luv your life

And you don’t know the truth
And you don’t know the truth
And you don’t know the truth ~

Terjemahan:

Kau tidak tahu yang sebenarnya dan aku mencintai hidupmu
Dan kau tidak tahu yang sebenarnya dan aku mencintai hidupmu

Doronglah lilin ke dalam kegelapan penyakitmu
Bakar fish plate, hanguskan kenangan-kenangan menyakitkan
Labirin simpati, di mana aku tersesat dan tak dapat meloloskan diri

Dan terlalu banyak kebenaran yang membayangi kebohongan
Karena apa yang ada di bawah awan adalah persepsi yang telah direkayasa
Dan aku bersedia membayar untuk rasa waras, tapi rasa waras itu mahal harganya

Kau tidak tahu kebenarannya dan aku mencintai hidupmu
Dan kau tidak tahu kebenarannya dan aku mencintai hidupmu
Karena kau tidak tahu kebenarannya dan aku mencintai hidupmu

Doo doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo

Dan kau tidak tahu kebenarannya dan aku mencintai hidupmu
Dan kau tidak tahu kebenarannya dan aku mencintai hidupmu
Dan kau tidak tahu kebenarannya, aku mencintai hidupmu

Mundur melawan api, tapi ini bukanlah musim dingin
Dan aku sendirian
Perubahan diri yang aku inginkan, di mana aku dapat merasa lega
Untuk menjadi sendirian
Dan mata yang membeku akhirnya akan mencair juga

Doo doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo
doo doo doo
Doo doo doo doo doo
doo doo doo doo

Dan kau tidak tahu kebenarannya dan aku mencintai hidupmu
Dan kau tidak tahu kebenarannya dan aku mencintai hidupmu
Dan kau tidak tahu kebenarannya dan aku mencintai

Dan kau tidak tahu kebenarannya
Dan kau tidak tahu kebenarannya
Dan kau tidak tahu kebenarannya


Komentar:

Bahas lagu Silverchair lagi karena minim inspirasi. Selalu amazed sama lagu-lagu mereka karena pemilihan kata untuk liriknya selalu ajaib. Oke, untuk kali ini, saya membahas lagi sebuah lagu, masih dari album Diorama (2002), dan judulnya Luv Your Life. Ini lama-lama bisa satu album Diorama takbahas di sini. xD

Sebelumnya, jika melihat terjemahan saya di atas, kata fish plate saya biarkan dalam bahasa Inggris. Sekedar informasi, kata fish plate sendiri memiliki 2 makna. Yang pertama, fish plate adalah sebuah alat pembuat kerajinan tanah liat (pottery) yang berasal dari Yunani. Disebut fish plate karena alat ini bentuknya bulat seperti piring dan dihiasi dengan gambar ikan. 

Makna kedua, fish plate (atau biasa ditulis fishplate, tanpa spasi) adalah logam yang biasa ditempelkan di sambungan antar rel kereta api.


And since it is spoken
, I don’t know maksudnya Daniel itu fish plate atau fishplate. Tapi karena disandingkan dengan “burn“, kemungkinan maksudnya adalah fish plate (makna yang pertama). Tapi tetap saja, rasanya aneh sekali jika harus menerjemahkannya menjadi “piring ikan” atau “piringan ikan”, wkwkwk. Ya sudahlah, saya biarkan saja apa adanya.

Sejujurnya, saya kurang pede dengan terjemahan saya. Sepertinya lagu ini juga penuh kata kiasan yang mungkin kurang tepat jika diterjemahkan apa adanya. Di sini juga ada frasa “frozen eyes” yang terdengar seperti “frozen ice“. Ini membuat saya jadi ragu. Hal ini serupa dengan yang ada di lagu Tuna In The Brine kemarin. Di sana ada frasa “pregnant paws” yang terdengar dengan seperti “pregnant pause“. Entahlah, kali ini saya nekat saja menerjemahkan. Hahahahaha. CMIIW ya. 

Oke, sekarang ke interpretasi. Jika dimaknai secara shallow, lagu ini mungkin dikira lagu cinta ya. Semacam lagu dari seseorang yang mencintai diam-diam. Hehe. You can interpret it that way, sah-sah aja, walaupun sebenarnya lagu ini punya deeper meaning

Konon katanya, inspirasi lagu ini datang ketika Daniel Johns sedang konsultasi dengan psikiater. Ketika itu, dia teringat dengan para penggemarnya. Banyak penggemarnya yang bercerita bahwa lagu-lagu Silverchair membantu mereka untuk melewati masa-masa sulit. Dan saat itu, Daniel merasa beruntung. Mungkin dia dan penggemarnya sama-sama melalui masa yang sulit, tapi setidaknya, dia masih dapat berkonsultasi dengan psikiater yang baik — sesuatu yang mungkin tidak mampu dilakukan oleh sebagian penggemarnya. Mungkin itulah kenapa ada kata-kata “I’ll pay for sanity, but sanity don’t come cheap“. 

Jika melihat sejarahnya yang seperti itu, melalui lagu ini, mungkin Daniel ingin mengatakan pada penggemarnya bahwa dirinya juga menghadapi kesulitan, hanya saja mereka tidak tahu. Dan frasa “luv your life” sendiri adalah ungkapan bahwa dia bersimpati dengan mereka yang nasibnya nggak seberuntung dia. 

Kalo untuk saya sendiri, lagu ini maknanya adalah semacam pengingat bahwa everyone has their own battle. Everyone has to struggle with their own problems. Sampai pada suatu titik tertentu, mungkin kita merasa, “kok hidupku gini amat ya?”, dan mulai membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain yang (menurut kita) lebih enak. Padahal lho, hidup orang lain kelihatan lebih enak karena kita nggak tahu apa masalah yang mereka hadapi dan bagaimana perjuangan mereka selama ini. Jadi, ya sudahlah. Live your own life, be grateful for everything that you have. Don’t be so quick to judge others’ life when you don’t know the whole story, because if you were in their shoes, you might feel that their life isn’t as fun as what you think. :)

Ok, enough for today. See you next time. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s