Montessori di Rumah

Orang tua zaman sekarang sepertinya sudah agak familiar dengan metode Montessori, entah itu beneran paham atau sekedar pernah denger aja. Saya agak tertarik dengan metode ini, tapi sayangnya saya termasuk golongan yang kedua. Saya pernah dengar sedikit tapi nggak betul-betul paham apa itu metode Montessori, bagaimana penerapannya, dan harus mulai dari mana. 

Ada teman yang menyarankan, buka situs indonesiamontessori.com atau follow akun Instagram @indonesiamontessori aja. Udah buka dan udah follow tapi belum paham juga esensinya. Akhirnya saya coba lah beli buku karangan founder-nya (Elvina Lim Kusuma) yang berjudul Montessori di Rumah. Barulah semuanya jadi agak jelas.

Sedikit sejarah tentang metode Montessori ya. Walaupun di Indonesia sepertinya baru booming beberap tahun belakangan ini, metode Montessori sebenarnya sudah cukup tua. Metode ini dicetuskan pada awal 1900-an oleh dr. Maria Montessori, seorang dokter yang beralih menjadi pendidik. Beliau mendirikan Casa dei Bambini (rumah anak-anak) di Italia. Di tempat itu, beliau menerima 50-60 anak berusia 3-6 tahun, yang mayoritas kekurangan gizi dan lambat berkembang. Dari sanalah, Montessori melakukan observasi lebih jauh tentang cara menangani anak. 

Ide utama dari Montessori sendiri seperti ini. 

  • Memperlakukan anak dengan respek/hormat. 
  • Mempersiapkan lingkungan yang mendukung kegiatan anak dan sesuai dengan kebutuhan anak. 
  • Menyiapkan materi dan membebaskan anak mengerjakan kegiatan yang mereka inginkan. 
  • Melatih anak untuk mengoreksi kelalaian/kesalahan yang mereka buat sendiri. 
  • Memberi kesempatan pada anak untuk bekerja sesuai ritme mereka sendiri.
  • Mengobservasi kesiapan anak untuk mempelajari hal baru. 

Sisanya, bisa dibaca sendiri di buku ini. (^o^)v

Yang jelas, buku ini dapat memberikan sedikit pencerahan bagi mereka yang masih mulai mempelajari metode Montessori. Setidaknya, kita jadi tahu harus memulai penerapannya dari mana, bagaimana mempersiapkan lingkungan yang mendukung, alat pendukung apa yang kita butuhkan, dan beberapa hal lain yang berkaitan dengan metode ini. Terakhir, sesuai dengan yang tertulis di sampulnya, dalam buku ini juga diberikan 55 contoh kegiatan yang dapat kita coba di rumah bersama dengan anak-anak. 

Jadi, untuk para orang tua yang penasaran dengan metode Montessori, saya rasa, buku ini dapat membantu anda. IMO, ada baiknya baca buku ini dulu sebelum buka indonesiamontessori.com atau follow Instagram @indonesiamontessori. Biar lebih nyambung. :)

When the children had completed an absorbing bit of work, they appeared rested and deeply pleased. It almost seemed as if a road had opened up within their souls that led to all their latent powers, revealing the better part of themselves. They exhibited a great affability to everyone, put themselves out to help others, and seemed full of good will. 
– Maria Montessori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s