한글 — Bagian 3

Setelah sebelumnya saya sudah membahas tentang huruf-huruf yang digunakan dalam alfabet Korea, baik huruf vokal maupun huruf konsonan, kali ini saya akan melanjutkan pembahasan tentang suku kata. Alfabet hangeul harus dituliskan dengan mengumpulkan konsonan dan vokal agar dapat dilafalkan. Konsonan dapat ditempatkan pada posisi bunyi awal (초성) atau bunyi akhir suku kata (종성), sedangkan vokal ditempatkan pada posisi bunyi tengah (중성). 

Cara penulisan untuk menggabungkan konsonan dan vokal menjadi suku kata ada 6 cara, tergantung huruf yang digunakan. Masing-masingnya dapat dilihat sebagai berikut. 

Keterangan: k = huruf konsonan, v = huruf vokal

Cara #1

Contoh: 아 (dibaca: a), 가 (dibaca: ga)

Cara #2

Contoh: 우 (dibaca: u), 구 (dibaca: gak)

Cara #3

Contoh: 욱 (dibaca: uk), 국 (dibaca: kuk)

Cara #4

Contoh: 익(dibaca: ik), 각 (dibaca: gak)

Cara #5

Contoh: 위 (dibaca: wi), 귀 (dibaca: gwi)

Cara #6

Contoh: 왁 (dibaca: wak), 곽 (dibaca: gwak)

Bagaimana menentukan huruf vokal harus ditulis di samping atau di bawah?

Mudah saja. Huruf vokal ada yang dibentuk secara vertikal (ㅏ,ㅑ,ㅓ,ㅕ,ㅣ), ada pula yang dibentuk secara horizontal (ㅗ, ㅛ, ㅜ, ㅠ, ㅡ). Jika digabungkan dengan huruf vokal vertikal, konsonan dituliskan di sebelah kiri huruf vokal. Sementara itu, jika digabungkan dengan huruf vokal horizontal, konsonan dituliskan di atas huruf vokal (untuk konsonan awal) atau di bawah huruf vokal (untuk konsonan akhir). Contoh: jika ㄱ bertemu dengan ㅏ, penulisannya akan menjadi 가 ; jika ㄱ bertemu dengan ㅜ, penulisannya akan menjadi 구; jika ㄱ bertemu dengan ㅘ, penulisannya akan menjadi 과; dan seterusnya.

Bagaimana pelafalan suku katanya? 

Seperti yang sudah disebut di atas konsonan ada yang letaknya di bunyi awal (konsonan awal) dan di bunyi akhir (konsonan akhir).  

Pelafalan konsonan pada konsonan awal dapat dilihat lagi pada tulisan sebelumnya. Sementara itu, pelafalan suku kata tergantung pada huruf vokal yang mengikuti konsonan. Misalnya saja jika ㄴ (n) bertemu dengan ㅏ(a), penulisannya akan menjadi ‘나’ dan pelafalannya akan menjadi ‘na’. 

Konsonan akhir hanya dapat dilafalkan menjadi 7 macam bunyi, yaitu: k, n, t, l, m, p, dan ng. 

Jika ㄱ,ㅋ, atau ㄱ menjadi konsonan akhir, bunyi yang dihasilkan adalah k. 

Jika ㄴ menjadi konsonan akhir, bunyi yang dihasilkan adalah n. 

Jika ㄷ, ㅅ, ㅈ, ㅊ, ㅌ, ㅎ, atau ㅆ menjadi konsonan akhir, bunyi yang dihasilkan adalah t. 

Jika ㄹ menjadi konsonan akhir, bunyi yang dihasilkan adalah l.

Jika ㅁ menjadi konsonan akhir, bunyi yang dihasilkan adalah m. 

Jika ㅂ atau ㅍ menjadi konsonan akhir, bunyi yang dihasilkan adalah p. 

Jika ㅇ menjadi konsonan akhir, bunyi yang dihasilkan adalah ng. 

Jika konsonan akhir merupakan konsonan gabungan, pelafalannya dapat mengikuti konsonan pertama, dapat juga mengikuti konsonan kedua. 

Dibunyikan sesuai konsonan pertama: ㄴㅈ (nj), ㄴㅎ(nh), ㄹㅂ (lb), ㅂㅅ(bs). Contoh:

  • 앉다 (anj-da) dibaca 안따 (an-tta)
  • 많다 (manh-da) dibaca 만타 (man-ta)
  • 여덟 (yeo-deolb) dibaca 여덜 (yeo-deol)
  • 값 (gabs) dibaca 갑 (gab)
  • 없다 (eobs-da) dibaca 업따 (eob-tta)

Dibunyikan sesuai konsonan kedua: ㄹㄱ (lk), ㄹㅁ (lm). Contoh:

  • 닭 (dalk) dibaca 닥 (dak)
  • 밝다 (balk-da) dibaca 박다 (bak-da)
  • 멁다 (meolk-da) dibaca 먹따 (meok-tta)
  • 젊다 (jeolm-da) dibaca 점따 (jeom-tta)

Sampai di sini dulu rangkaian tulisan tentang pengenalan hangeul. Next time, mungkin saya akan membuat tulisan tentang bahasa Korea lagi, tentunya dengan topik yang lain, sambil saya belajar juga. (^o^)♡

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s