Sederhana Tapi Sulit

Dalam bahasa Jawa, “manusia” disebut dengan “manungsa”. Manungsa sendiri kerap disebut sebagai akronim dari manunggaling rasa (kesatuan rasa). Ada banyak penafsiran tentang hal ini. Beberapa hari yang lalu, saya mendengar seorang bupati menafsirkan hal ini di salah satu acara talkshow di televisi. 

Menurutnya, manunggaling rasa itu dapat dimaknai bahwa kita harus mampu memperlakukan orang lain seperti bagaimana kita ingin diperlakukan. Jika kita ingin dihormati, hormatilah orang lain. Jika kita tidak suka didzolimi, jangan mendzolimi orang lain. Dan seterusnya. 

Sesimpel itu. Sesulit itu. 

Ah iya, satu lagi. Di acara tersebut, beliau juga mengutip kalimat ini:

Jangan berharap buah dari surga jika yag kau tanam adalah biji neraka

Artinya, sesuatu yang berawal dari hal-hal yang tidak baik, sampai kapanpun tidak akan berubah menjadi sesuatu yang baik. Bagaimana bisa baik jika niat awalnya saja sudah tidak baik? 

Sepertinya sederhana ya. Kenyataannya, kadang sulit diimplementasikan. 

Semoga dapat menjadi renungan bersama. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s