The Matchmaker

Ide nulis ini sebenarnya udah lamaaa banget. Dan sebenarnya ini adalah salah satu tulisan paling lama yang ada di draft dan menunggu momen yang tepat untuk di-publish. Nah, berhubung sekarang lagi rame rumornya dik C sedang dekat dengan Bastian yang bukan Bastian Irawan (kau-pasti-tahu-siapa-yang-dimaksud), saya pikir inilah saatnya tulisan ini keluar.

Tulisan ini memang terinspirasi dari kebebasan orang (yang kadang kelewatan) berkomentar di media sosial. Lebih spesifiknya, berkomentar di akun media sosialnya para selebritas tentang *ehing* hubungan asmara mereka. 

Masih teringat jelas, dua tahun yang lalu, pernah ada aktris perempuan Korea yang digosipkan pacaran dengan salah satu lawan mainnya. Banyak bukti berupa foto dan video yang diberikan (oleh Dispatch). Ketika dikonfirmasi ke yang bersangkutan, mereka mengaku bahwa hubungan mereka hanya sebatas teman, bukan pacar. 

Reaksi saya? “Tuh, udah dikonfirmasi sama mereka, percaya saja lah.” 

Reaksi netizen? Mereka membanjiri pos-pos Instagram artis perempuan itu dengan komentar sejenis “Unnie, ngapain sih bohong? Udahlah ngaku aja. Kita gpp kok. Kita dukung kalian.”

Komentar macam itu jumlahnya ratusan (atau ribuan, entahlah, yang jelas banyak banget). Banyak juga yang bahkan jadi nggak suka sama si aktris dan aktor ini karena menganggap bahwa mereka sudah membohongi semua orang. Saya baca itu dan dalam hati cuma membatin, “Wow, amazing. Ternyata netizen lebih tahu kehidupan pribadi mereka daripada merekanya sendiri.”

Pernah juga ada yang kebalikannya. Ada seorang penyanyi pria. Dia sebelumnya punya pacar yang tipe-tipe ‘nice girl‘, terus putus, dan pacaran lagi sama orang yang tipe-tipe ‘bad girl‘. I said ‘nice girl’ and ‘bad girl’ purely based on their appearance, not on their personality. Dua-duanya baik (kayaknya–since I don’t know them personally xD) dan respected for their own skill, cuma penampilannya aja yang saling bertolak belakang. 

Reaksi saya? Biasa aja. Reaksi netizen? Banyak yang membanjiri foto itu dengan komentar tidak setuju. Paling ekstrim, ada yang komentar semacam ini, “Dulu mantannya ngajak ke arah yang benar, kok pacarnya yang ini malah ngerusak”. Heung. Speechless juga saya. +_+

Satu lagi yang sudah saya sebut di awal. Dik C dan dik B yang (rumornya) sedang dekat. Sejujurnya saya ketawa karena kayaknya agak nggak masuk akal *sorry*. Tapi benar atau salahnya rumor ini, it has nothing to do with my life. That’s why I won’t leave any comment whatsoever. Tapi ternyata orang-orang banyak yang nggak terima terus mulai deh komen-komen yang menghina fisik, bahkan ada yang bilang dik C ini seleranya rendahan. 

Sebenarnya masih banyak lagi contoh yang lainnya, tapi saya rasa cukup ini saja yang saya tuliskan di sini. 

Dear netizens, saya tahu, mungkin kalian suka jika artis idola kalian berpasangan dengan orang yang kalian inginkan. Saya juga kadang begitu kok. Some couples are just too cute to not ship. But please remember, sometimes we’re just being delusional. We’re living our imagination. Jadi, nggak tepat kalo kita suka sama pasangan tertentu (biasanya di serial drama) terus tiba-tiba komen di akun media sosialnya dengan komentar macam “Kak, kalian cocok deh. Pacaran gih.”

Pun ketika idola kita ternyata menjalin hubungan dengan orang yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita, nggak perlu raging lah, nggak perlu sampai nyerang personal. It’s their life. Okelah kalo mereka anggota keluarga kita atau orang yang personally dekat dengan kita, boleh aja sampaikan ketidaksetujuan kita ke mereka. Menyampaikannya juga harus dengan cara yang baik dan nggak perlu dari media sosial, karena nggak semua orang perlu tahu juga. Tapi kalo kita cuma fans, nggak ada hubungan kekeluargaan dengan mereka, better shut up sih. Lha kita kenal mereka aja enggak, ketemu langsung juga belum tentu pernah. Tahu mereka paling cuma dari layar kaca, layar lebar, atau layar hp. Terus kita bisa nge-judge pilihan mereka? Hmmm. Coba bayangkan kalo ada orang nggak dikenal tiba-tiba marah dan jelek-jelekin kamu. Seneng nggak? 

Inti dari tulisan ini simpel kok. Cobalah menahan diri. Media sosial memang bisa mendekatkan selebritas dengan ‘orang biasa’, tapi jangan juga merasa punya hak untuk berkomentar sesukamu (terutama yang kasar), apalagi untuk hal-hal yang sifatnya personal. Tetap jaga sopan santun, karena dunia maya dan dunia nyata itu saling berkaitan satu sama lain. Seneng, sedih, kecewa, atau marah itu hal yang wajar dan kadang di luar kendali kita, but please, di-filter dulu kalo mau komentar di media sosial. 

Let’s be a wise social media user. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s