최고의 한방 – Week #3

Kita masuk ke minggu ke-3, episode 9-12. Masih ada yang lucu minggu ini, walaupun menurut saya masih lebih lucu minggu yang lalu. Minggu ini lebih banyak yang agak melow. 

Ending episode 12 asli bikin penasaran, tapi mau nggak mau ya harus nunggu weekend lagi buat tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. *_*

Baiklah, berikut adalah highlight dari episode 9-12 yang ditayangkan pada tanggal 17-18 Juni kemarin. 

instagram.com/moa_ent

Pertemuan Gwang Jae dan Hyun Jae

Sebenarnya mereka sudah bertemu di akhir episode 8, tapi baru minggu ini mereka benar-benar berinteraksi lagi. Gwang Jae tentu saja kaget saat melihat Hyun Jae. Gwang Jae bahkan berpikir bahwa Hyun Jae yang ada di depannya adalah impostor. Hyun Jae menceritakan bahwa dia datang dari tahun 1993 ke 2017.

Gwang Jae awalnya tidak percaya. Tapi setelah mengobrol sebentar (dan sedikit ‘physical check‘), Gwang Jae akhirnya percaya bahwa Hyun Jae yang ada di depannya adalah Hyun Jae yang dikenalnya dulu. Gwang Jae pun teringat semua kesulitan yang dialaminya (dan orang-orang di sekitarnya) setelah Hyun Jae tiba-tiba menghilang, jadi dia memberi Hyun Jae sedikit pelajaran. 

Mencoba Kembali

Gwang Jae berusaha mengirim Hyun Jae kembali ke 1993 dengan cara yang sama dengan cara Hyun Jae datang ke 2017: membuatnya meluncur di tangga. Dari siang hingga malam, mereka berkali-kali mencoba, tapi tetap saja gagal. 

Hyun Jae akhirnya berkata, 

“Daripada aku kembali tapi harus menghilang setahun lagi (tahun 1994), lebih baik aku di sini dan mencari tahu kenapa aku menghilang”

Mencari Informasi

Hyun Jae masih berusaha mencari tahu di internet tentang misteri menghilangnya dia di tahun 1994. Dia juga masih penasaran dengan pager-nya yang tiba-tiba berbunyi. Dia berusaha masuk ke grup “Investigasi Kematian Hyun Jae” untuk mencari tahu. Awalnya, aksesnya ditolak karena dia sendiri tidak tahu apa makanan yang tidak disukainya (padahal itu adalah data yang harus diisikan untuk melakukan verifikasi bahwa si pendaftar adalah penggemar Hyun Jae).

*kamu bukan fan oppa* Hyun Jae: “Hey, aku ini oppa-mu!”

Setelah bertanya pada Gwang Jae, Hyun Jae akhirnya tahu apa jawabannya. Masalahnya, setelah menjawab, dia diharuskan memasukkan alamat e-mail untuk konfirmasi. Hyun Jae pun mencari tutorial pembuatan e-mail, mengikuti langkah-langkahnya, dan akhirnya berhasil masuk ke grup itu. 

Young Jae masih penasaran tentang buku catatan musik Hyun Jae yang tiba-tiba ada coretan-coretan baru padahal buku itu tersimpan di dalam brankas. Dia mengecek semua rekaman CCTV karena masih berpikir bahwa ada orang yang masuk ke ruangannya. Dia juga mencari tahu identitas pekerja part-time di minimarket (yang ditemui MJ) dan mendapatkan informasi bahwa dia bernama Choi Woo Seung (+dapat nomor kontaknya juga). 

Namun kemudian Cathy (the one Young Jae is having relationship with) datang pada suatu siang dan dengan santainya dia membuka brankas. Young Jae terkejut dan bertanya apakah Cathy yang mencoret-coret buku Hyun Jae. Cathy menjawab bahwa benar dia yang melakukannya untuk bercanda. Young Jae merasa sedikit lega. 

Twist: Hyun Jae menulis di sampul belakang buku musiknya. Dalam waktu yang sama, tulisan tangan Hyun Jae muncul di sampul belakang buku yang ada pada Young Jae. Oke, Cathy mungkin pernah mencoret-coret buku itu juga, tapi buku itu benar-benar terhubung dengan buku yang saat ini dipegang Hyun Jae.

Atas: Buku yang di Hyun Jae; Bawah: Buku yang di Young Jae

Kemalangan Woo Seung

Woo Seung dipecat dari pekerjaannya. Minggu lalu, dia dipecat dari minimarket setelah Hyun Jae dan beberapa fans MJ membuat kekacauan. Dia tidak mendapatkan pesangon, tapi bosnya memberikan banyak makanan ringan. Minggu ini, Woo Seung juga dipecat dari pekerjaannya di karaoke karena karaokenya bangkrut. Dia juga tidak mendapatkan pesangon dari sana, tapi bosnya memberi banyak minuman. 

Woo Seung kemudian bekerja sebagai orang yang membagikan pamflet pada orang-orang yang lewat. Untuk pekerjaan ini, Woo Seung harus mengenakan kostum yang panas. Karena itu, dia merasa marah saat ibunya tiba-tiba menelepon untuk meminjam uang. Woo Seung marah karena ibunya hanya peduli dengan uang dan bahkan tak menanyakan bagaimana kabar Woo Seung. 

Woo Seung sempat membuat ‘pesta’ bersama dengan Ji Hoon, Drill, dan Hyun Jae untuk menghabiskan makanan dan minuman yang diperolehnya sebagai ‘pesangon’. 

Di sini, kita jadi tahu bahwa Woo Seung sebenarnya mampu bermain piano dengan baik karena pernah menjadi anggota band saat dia masih SMA. 

*Bentar, karakter cewek yang pinter main piano tapi cita-citanya malah jadi pegawai negeri… jadi deja-vu sama 생동송 연애*

And we got to know more that Ji Hoon really likes Woo Seung. 

Manisnya adek ini. Unch unch :3

Oya, berhubung Woo Seung nggak ada uang, dia menagih Hyun Jae yang sudah berjanji akan membayar dengan cek yang dimilikinya (episode minggu lalu). Ternyata oh ternyata, banknya sudah bangkrut waktu krismon dan ceknya sudah kadaluarsa. Woo Seung merasa tertipu dan membuat Hyun Jae berjanji bahwa dia akan membayar utang. Jika tidak membayar, Hyun Jae akan menjadi budak Woo Seung selamanya. Wkwkwk. 따봉!!! (≧∇≦)b

Seperti Yoo Hyun Jae

Hyun Jae ikut lomba yang diadakan di sebuah mall (demi mendapatkan smartphone terbaru) dan menyanyikan lagu 말해봐 (Tell Me) dari Jay2. Ji Hoon dan Woo Seung juga ada di sana. Ji Hoon juga ikut lomba dan tampil sebelum Hyun Jae. 

Setelah melihat penampilan Hyun Jae, Woo Seung–yang selama ini memanggilnya ‘Dda Bong’–berkata padanya, “Kalo dilihat-lihat, kau mirip Yoo Hyun Jae ya.” 

Hyun Jae saat itu datang bersama Gwang Jae, tapi Gwang Jae masih berkeliling. Gwang Jae menghampiri Hyun Jae, Ji Hoon, dan Woo Seung setelah perlombaan usai. Gwang Jae mengobrol lama dengan Hyun Jae. Ji Hoon dan Woo Seung juga heran kenapa sepertinya Gwang Jae sudah akrab dengan Hyun Jae. 

Kucing-kucingan

Gwang Jae tidak mengizinkan Ji Hoon berkarir di dunia entertainment dan Woo Seung tahu itu. Sejak SMA, Gwang Jae selalu mengacaukan audisi Ji Hoon untuk menjadi trainee. Gwang Jae tidak tahu bahwa Ji Hoon sudah menjadi trainee di Star Punch Entertainment. 

Gwang Jae sempat melihat Ji Hoon tampil di panggung dan mengingatkannya untuk tidak menjadi entertainer. Woo Seung membelanya dengan berkata bahwa Ji Hoon tampil karena Woo Seung menginginkan smartphone.

That’s not the only incident. Ji Hoon hampir ketahuan saat Gwang Jae tiba-tiba datang ke kampusnya. Saat itu, Ji Hoon yang sedang latihan pun lari sekencang-kencangnya ke kampus. 

Di kampus, Gwang Jae bertemu dengan Ji Hoon dan Woo Seung. Suasana sempat awkward ketika salah seorang pengajar memanggil Woo Seung dengan sebutan Ji Hoon (Woo Seung memang belajar di sana atas nama Ji Hoon). Untunglah Gwang Jae mendadak harus pergi setelah menerima telepon. 

Ji Hoon kembali ke agensinya setelah Gwang Jae pergi. Dia tidak tahu bahwa Gwang Jae juga ke sana (untuk melabrak Young Jae yang berencana menggusur gedung World Entertainment). Mereka hampir bertemu, tapi untunglah ada sebuah boyband. Ji Hoon berpura-pura sebagai fans dan meminta tanda tangan di perutnya (kaosnya ditutup ke kepala biar mukanya nggak kelihatan, wkwkwk). 

Sebelum dua insiden tadi, Ji Hoon sebenarnya sudah nyaris ketahuan saat memberikan kado ulang tahun untuk Gwang Jae. Ceritanya, Drill mengembalikan barang Ji Hoon yang tertinggal di loker (termasuk nametag trainee-nya). Barang itu dimasukkan ke dalam tas yang bentuknya sama persis dengan tas yang berisi kado untuk Gwang Jae. Ji Hoon tidak tahu karena saat itu hanya Hyun Jae yang ada di kamar. 

As expected, Ji Hoon salah memberikan tas. Hyun Jae tahu hal ini dan berusaha menukarnya. 

Di sisi lain, sebenarnya Ji Hoon agak ragu apakah dia akan bertahan sebagai trainee atau tidak. Boyband baru akan segera debut. Itu berarti sampai 2-3 tahun lagi tidak akan ada formasi boyband baru. Ji Hoon akan bertambah tua, wajib militer pun menanti. Semakin tipis harapan untuk debut. 

Hubungan ayah dan anak

Di episode 1, Ji Hoon (dalam narasinya) sudah berkata bahwa Hyun Jae adalah ayahnya. Hyun Jae awalnya mengira Ji Hoon adalah anak Gwang Jae, tapi Gwang Jae memberitahunya bahwa Ji Hoon adalah anak Hyun Jae dan Bo Hee. Dulu Hyun Jae berkencan dengan Bo Hee selama setahun dan kemudian menghilang saat Bo Hee sedang hamil. Artinya, Hyun Jae yang datang ke 2017 adalah Hyun Jae yang bahkan belum berkencan dengan Bo Hee. Karena itulah Hyun Jae menjadi pusing. 

Father and Son

Tapi di sisi lain, Hyun Jae juga mulai banyak memperhatikan Ji Hoon. Inisiatifnya menukar tas berisi kado untuk Gwang Jae juga sedikit banyak karena dia peduli dengan Ji Hoon. 

Gwang Jae dan Bo Hee ❤

Ah, this one is a sad love story. Gwang Jae sejak awal sudah menyukai Bo Hee. Gwang Jae bahkan bersedia menjadi ayah angkat dari anak Bo Hee demi melindunginya. The thing is, Bo Hee masih memikirkan Hyun Jae dan Gwang Jae tidak berani mengungkapkan perasaannya pada Bo Hee. 

Jadi mikir. Hyun Jae yang datang ke 2017 mungkin akan tahu hal ini, dan itu berarti dia tahu sebelum dia sempat berkencan dengan Bo Hee. Jika dia berhasil kembali ke 1993, mungkinkah dia akan membiarkan Gwang Jae bersama dengan Bo Hee? Ataukah Hyun Jae tetap bersama Bo Hee dan Gwang Jae tetap patah hati? Jika Gwang Jae sejak awal bersama dengan Bo Hee, bagaimana dengan Ji Hoon? 

And finally.. total chaos!

Hyun Jae mengendap-endap ke kamar Gwang Jae untuk menukar tas berisi barang-barang Ji Hoon dengan tas berisi kado. Dia masuk ke rumah saat rumah sedang kosong. Ketika akan kembali ke kamar Ji Hoon, tiba-tiba Bo Hee datang. Hyun Jae bersembunyi di kamar mandi. 

Hyun Jae menunggu cukup lama di kamar mandi. Setelah keadaan sepi, Hyun Jae memberanikan diri keluar. Tak disangka, Sun Tae, Mal Sook, dan Bo Hee kemudian datang secara berturut-turut. Hyun Jae bersembunyi di balik sofa, di bawah meja makan, dan kembali ke kamar mandi lagi. 

Hyun Jae akhirnya memutuskan untuk keluar dengan menyusuri plafon karena hanya itulah satu-satunya cara agar dia tidak ketahuan.

Bo Hee mempersiapkan makanan untuk peringatan kematian Hyun Jae (yang bertepatan dengan ulang tahun Gwang Jae). Bo Hee berkata bahwa dia melakukannya karena Hyun Jae tidak mempunyai keluarga lagi. Selama ini Bo Hee tidak pernah melakukannya karena percaya bahwa Hyun Jae masih hidup. Setelah peringatan ini, Bo Hee akan menganggap bahwa Hyun Jae benar-benar sudah mati. 

Hyun Jae menyaksikan hal itu dari lubang di plafon. Dia mengendap-endap agar tidak ketahuan… tapi plafonnya malah jebol dan Hyun Jae jatuh tepat di atas meja peringatannya saat yang lain selesai memberikan penghormatan terakhir.

Dan kita tidak punya pilihan selain menunggu episode selanjutnya minggu depan! +_+

Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. 

Preview episode 13-14

Update (not-so-good news) +_+

Baru baca berita kalo Yoon Son Ha (pemeran Bo Hee) terlibat kontroversi karena anaknya diduga melakukan bullying di sekolahnya. Karenanya, banyak yang minta dia untuk dikeluarkan dari drama ini. Tim produksi memang belum ada rencana untuk itu, tapi berhubung drama hal ini tayang di KBS (yang seringnya main aman kalo ada kasus), sepertinya ini cukup mengkhawatirkan. IMO, sedikit banyak, kayaknya ini bakal ngaruh ke story development juga. Hmm. Let’s wait and see (and hope for good). 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s