Art of Dakwah

Rasanya udah lama nggak bikin review tentang buku yang saya baca. Hehehe. Baiklah, kali ini saya akan me-review sebuah buku yang sebenarnya terlalu unyu untuk ukuran saya. 

Buku ini berjudul “Art of Dakwah“, ditulis oleh Felix Siauw dan ilustrasinya dikerjakan oleh Emeralda Noor Achni. Mereka sudah pernah kerja bareng di buku “Udah Putusin Aja” dan “Yuk Berhijab”–walaupun saya nggak baca karena merasa bukan target yang disasar. Sebenarnya saya juga merasa buku ini bukan ditargetkan untuk emak-emak seumuran saya, tapi berhubung saya lagi mudik dan buku ini ada di atas meja (ini buku milik adik saya), ya saya baca saja sekalian. Kebetulan buku ini juga relatif tipis dan banyak gambarnya, jadi untuk membacanya pun tidak butuh waktu lama. 

Unlike buku dengan genre religi pada umumnya, buku ini dikemas dalam bentuk yang relatif gaul. Karena itu, kesan pertama saya ketika membuka buku ini adalah… distracted. Don’t get me wrong, mungkin ini personal preference, mungkin juga karena faktor “U”. Sejujurnya saya lebih suka baca buku yang monokrom, banyak tulisan (dengan font yang standar), dan minim gambar. Sementara buku ini kayaknya banyakan gambar daripada tulisannya. Font yang digunakan juga yang penuh dengan style, warnanya nggak hitam, dan ukurannya relatif kecil. Maka dari itu, menurut saya, buku ini sepertinya lebih cocok untuk yang usianya (jauh) lebih muda dari saya (misalnya anak SMP atau SMA) dan belum terlalu suka bacaan yang berat. 

Terlepas dari desainnya yang kurang cocok dengan saya, dari segi konten, buku ini cukup berbobot. Inti yang ingin disampaikan oleh buku ini adalah ajakan bagi semua orang untuk berdakwah, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dulu mungkin yang namanya dakwah itu identik dengan mengisi pengajian atau semacamnya. Tapi zaman sudah banyak berubah. Seiring dengan perkembangan teknologi, orang pada umumnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya dan menggunakan media sosial. Karena itu, faktor partisipasi di dunia maya ini harus dapat dimaksimalkan untuk menjadi sebuah peluang dalam berdakwah. 

Di buku ini, dijelaskan dengan singkat dan padat tentang betapa pentingnya sebuah “kemasan”. Jika sesuatu yang buruk dikemas dengan baik, orang mungkin akan banyak yang tertarik. Sebaliknya, jika sesuatu yang baik dikemas dengan kurang baik, orang mungkin akan tidak tertarik dan cenderung menganggap sesuatu itu membosankan. Jadi, sesuatu yang baik itu harus dapat dikemas dengan baik pula agar banyak orang yang tertarik. 

Selain itu, ada juga yang tidak kalah penting daripada kemasan, yaitu orang yang menyampaikan. Sebaik apapun kemasannya, jika yang menyampaikan tidak dapat dipercaya, pesan juga tidak akan tersampaikan dengan baik. Karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa memperbaiki diri sehingga orang juga akan mempercayai apa yang kita sampaikan. 

Overall, buku ini lumayan bagus kok. Isinya serius namun dikemas dalam bentuk yang cukup ringan. Kendala yang saya alami ya cuma itu, jadi pusing karena kebanyakan artwork. Tapi sekali lagi saya tegaskan bahwa itu adalah personal preference. Bisa jadi artwork ini justru bikin kalian suka dengan buku ini. Silakan dibaca dan dibuktikan sendiri. :D 

Satu respons untuk “Art of Dakwah

  1. Ping-balik: The Perks of Being Editor Ala-Ala  | Rumput Jingga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s