Mujigae

Hola! Di media sosial lagi rame orang galau karena beberapa makanan impor dari Korea yang ditarik dari peredaran karena tidak mencantumkan label “mengandung babi” (nggak halal deh). Karena itu, kali ini saya akan membuat tulisan yang mungkin dapat menjadi pengobat galau *halah*. Saya akan me-review sebuah resto makanan Korea yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Kabar kurang baiknya adalah, resto ini baru ada di Bandung dan Jabodetabek. Jadi, buat kalian yang tidak di daerah yang disebut di atas, silakan lanjutkan lagi galau-galaunya. :p

instagram.com/mujigaeresto

Resto ini bernama Mujigae. Dalam bahasa Korea, mujigae (무지개) artinya adalah pelangi. Kurang tahu juga kenapa mereka memilih menggunakan nama itu, tapi nggak penting juga sih, toh suka-suka mereka mau kasih nama apa. Hahaha. Lagipula itu nama yang bagus kok. ^^

Mujigae pertama kali didirikan di Bandung, lebih tepatnya di Cihampelas Walk (Ciwalk) pada tahun 2013. Hingga saat ini, Mujigae telah memiliki belasan outlet yang tersebar di Bandung dan Jabodetabek. Saya sendiri juga belum pernah ke Mujigae selain yang di Ciwalk. Karena itu, testimoni yang saya tuliskan di sini semuanya berdasarkan pengalaman saya makan di Mujigae Ciwalk. 

Tiap masuk disapa dengan 안녕하십니까 (annyeonghasimmika) dan 어서오세요 (eoseooseyo) oleh waiter yang kadang ada yang pake hanbok. (NB: Pardon for the low photo quality)

Resto ini memiliki konsep hi-tech. Di setiap meja pelanggan, ada iPad yang dapat digunakan untuk melakukan pemesanan makanan dan minuman, memanggil waiter, meminta bill, juga melakukan hal-hal sampingan seperti request lagu, foto-foto, check-in ke medsos, dan memainkan game tertentu sebagai reward dari check-in. Ada juga beberapa LCD projector–yang dihadapkan pada bagian dinding yang berwarna putih– yang menayangkan MV dari lagu yang di-request pelanggan, foto-foto yang diambil menggunakan iPad di meja pelanggan, Running Man, dan drama Korea. Di outlet Ciwalk, kayaknya drama Korea udah nggak pernah tayang lagi. Lagu yang bisa di-request juga sudah berubah, dulu lagu 2AM ada banyak, sekarang cuma ada 1. *penting banget ini!*

Selain iPad di setiap meja, para waiter juga siap dengan iPhone. Waiter akan mendapat notifikasi tiap pelanggan melakukan pemesanan, meminta bill, dan memanggil waiter. Jadi, setiap pelanggan memesan makanan, mereka akan menghampiri untuk melakukan konfirmasi makanan dan minuman yang dipesan. Setiap pelanggan meminta bill, mereka juga akan datang membawakan bill yang diminta. Pun jika ada pelanggan yang memanggil karena butuh bantuan, mereka akan menghampiri. 

iPad untuk pemesanan dan hal-hal lainnya (Source: instagram.com/mujigaeresto)

Konsep hi-tech ini sempet bikin saya dan suami (yang pertama kali ke Mujigae pas masih manten anyar, belum genap setahun lulus S2, dan masih kerja jadi kuli coding serabutan) berpikir “wow, invest berapa nih mereka?”. Bukan apa-apa, mereka sudah menerapkan konsep ini sejak pertama kali buka, bukan baru-baru ini aja. Karena itu, kami berpikir bahwa mereka cukup berani mengambil resiko. Padahal bisa saja mereka menggunakan alternatif yang lebih murah, seperti misalnya menggunakan perangkat dengan OS Android. Toh membuat aplikasi seperti itu di Android pun bisa. Seandainya resto tidak sukses, ruginya nggak akan sebesar ketika mereka menggunakan iPad dan iPhone. But then again, itu keputusan mereka. Syukurlah mereka masih bisa bertahan hingga sekarang, jadi mereka juga nggak rugi sudah berinvestasi besar di bidang teknologi. 

Hal yang paling penting dari sebuah resto adalah makanan dan minumannya. Konsep hi-tech saja tanpa diimbangi dengan rasa yang enak tentu saja sulit untuk membuat mereka bertahan. Menurut saya, walaupun judulnya resto Korea, rasa makanan dan minuman di sini enak untuk standar lidah orang Indonesia. 

Mujigae menyediakan makanan dan minuman yang terkenal sebagai khas-nya Korea, seperti bibimbap, ramyun, bulgogi, topokki, dan masih banyak lagi. Kita juga selalu mendapatkan free kimchi untuk menu makanan apapun yang kita pesan. Kalo mau nambah kimchi lagi baru bayar. *Meanwhile, di resto Korea lainnya, ada yang nggak dikasih kimchi jika kita tidak memesan kimchi*

Jika dibandingkan dengan waktu awal-awal buka dulu, menu makanan dan minuman di Mujigae makin lama makin bervariasi, walaupun porsinya sekarang rasanya nggak sebanyak dulu, hehehe. Contohnya bibimbap. Waktu awal-awal dulu, bibimbap disajikan dengan saus gochujang. Saat ini, pelanggan juga dapat memilih saus selain gochujang (ada saus madu dan saus.. apa sih, satu lagi saya lupa, butter kayaknya). Sausnya juga dulu disajikan di mangkok kecil, sekarang sudah dikemas dalam bentuk sachet. Dulu makan bibimbap sendirian rasanya nggak sanggup (kalo dipaksa jadinya kekenyangan),  sekarang ngabisin seporsi sendirian rasanya di perut juga masih ada space kosongnya. Hahaha.

Bibimbap (Source: instagram.com/mujigaeresto)

Untuk makanan jenis lain juga begitu. Misalnya mie, dulu cuma ada ramyun, sekarang juga ada jajangmyun. Menu paket dulunya cuma ada menu bulgogi dan chicken, sekarang ada juga dosirak. Ketambahan lagi sekarang ada budae jigae lah, chicken wing lah, dan masih banyak lagi yang lain. 

Ramyun (Source: instagram.com/mujigaeresto)

Harga makanan dan minuman di sini relatif terjangkau. Per item kayaknya nggak ada yang lebih dari 50K (sebelum pajak). Menurut saya, ini nggak terlalu mahal, karena makanan yang datang juga enak. Oya, “porsi lebih sedikit” yang saya sebut di atas itu lebih ke “dulu porsinya banyak banget, sekarang porsinya normal”. Jadi jangan khawatir, porsinya pas kok untuk harga yang dibayarkan.

Mujigae Ciwalk lantai 2 (Source: instagram.com/mujigaeresto)

Suasana makan di Mujigae juga enak sih. Selain ada hiburan MV dan Running Man, desain restonya juga unik. Dindingnya dihias dengan lukisan mural.

Mural yang typo. Harusnya gamsahamnida (감사합니다) tapi ditulis gimsahamnida (김사합니다) xD

Tangga menuju lantai atas yang dihiasi dengan mural juga

Pencahayaannya juga bikin suasana jadi cozy. Eh tapi ini saya ngomongin outlet yang di Ciwalk sih. Kalo lihat di akun instagram official-nya (@mujigaeresto), kayaknya suasananya beda-beda walaupun rata-rata mereka menerapkan konsep industrialis pada ruangannya.

Mujigae Ciwalk Lantai 1. Model: suami :p

Kesimpulan akhirnya, buat kalian yang mencari resto Korea yang recommended, cocok di lidah orang Indonesia, dan pastinya halal, Mujigae bisa jadi pilihan yang dapat dicoba. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s