최고의 한방 — Week #4

Mohon maaf lahir batin, review minggu keempat molor karena lebaran. Mau gimana lagi, banyak agenda untuk beranjangsana ke sanak saudara, jadi mau update blog juga agak nggak mood karena udah capek. Hehehe. Berhubung sekarang sudah agak longgar jadwalnya–walaupun masih ada agenda yang tersisa–saya sempetin update blog dulu. 

Okay, here we go. 

Minggu keempat, episode 13-16. Itu artinya, kita sudah di episode pertengahan dari total 32 episode. We are half way there! Masih banyak kejutan dan semakin banyak hal yang terungkap, walaupun masih menyisakan misteri. 

Berikut ini adalah highlight dari minggu keempat.  

instagram.com/seyoung_10

Kim Dda Bong

Lanjutan chaos minggu sebelumnya. Hyun Jae tiba-tiba jatuh ke atas meja yang disediakan khusus untuk perayaan kematiannya. Semua orang terkejut, terutama Bo Hee. Untung Ji Hoon langsung menyelamatkannya dengan berkata bahwa Hyun Jae adalah temannya. Gwang Jae juga mengaminkan dan berkata bahwa dia bukan Hyun Jae. Hyun Jae juga menimpali dengan berkata bahwa dia adalah teman Ji Hoon yang tersesat saat mencari kamar mandi.  

Bo Hee percaya bahwa teman Ji Hoon itu hanya orang yang mirip Hyun Jae. Sebaliknya, Sun Tae (dan Mal Sook) percaya bahwa orang itu memang Hyun Jae–walaupun Sun Tae sudah tidak menganggapnya grim reaper. Sun Tae yakin karena tidak ada orang lain yang memanggilnya “Sunday” selain Hyun Jae.

Hyun Jae memperkenalkan diri sebagai Kim Dda Bong. Dia menjelaskan bahwa kata “Dda” berarti bangunan dan “Bong” berarti mengalir. Scene perkenalan ini berasa kayak parodinya Dong Gu oppa memperkenalkan diri sebagai Kim Tak Gu di Baker King, Kim Tak Gu. Fyi buat yang belum pernah nonton drama itu, di sana ada banyak adegan dia menjelaskan bahwa “Tak” adalah high dan “Gu” adalah saving. Dia perlu menjelaskannya karena “tak gu” dalam bahasa Korea artinya tenis meja. 

Kim Dda Bong saat ini bekerja part-time di toko roti (membantu Bo Hee) dan menjadi road manager dari Helter Skelter (the only artist managed by World Entertainment). 

Woo Seung bekerja di Star Punch

Kendati awalnya terjadi kesalahpahaman, Woo Seung akhirnya diterima bekerja di Star Punch. Sebenarnya dia terlambat untuk interview (gara-gara MJ), namun Young Jae menerimanya bekerja setelah tahu bahwa dia adalah Choi Woo Seung yang bekerja part-time di supermarket. Young Jae berpikir bahwa Woo Seung pasti ada kaitannya dengan Hyun Jae (atau orang yang mirip dengannya) yang mengetahui bahwa lagu yang dinyanyikan MJ sebenarnya bukan gubahan MJ seperti yang selama ini diberitakan. Karena itu, Young Jae mempekerjakan Woo Seung untuk mendekatkan dirinya dengan orang yang dianggapnya sebagai musuh.

Anyway, ini bisa jadi lama-lama MJ suka juga sama Woo Seung. xD 

Ji Hoon’s big moves

Yang paling menonjol di minggu keempat ini adalah keputusan Ji Hoon untuk melakukan banyak hal. 

Pertama, dia berani mengakui bahwa dia adalah trainee di Star Punch (setelah Gwang Jae menemukan ID Card trainee-nya). Dia juga mengakui bahwa dia tidak tertarik menjadi pegawai negeri. 

Kedua, dia mengakui bahwa ada orang lain yang tinggal di kamarnya. Dengan demikian, sekarang Woo Seung, Drill, dan Hyun Jae tidak perlu lagi tinggal secara sembunyi-sembunyi. 

Ketiga, setelah berpikir panjang, Ji Hoon akhirnya keluar dari Star Punch. Dia menyadari bahwa selama ini niatnya untuk debut tidak lurus. Dia hanya ingin menjadi terkenal karena ingin menunjukkan pada ayahnya bahwa dia baik-baik saja walaupun ayahnya meninggalkannya. Ji Hoon mantap memilih keluar setelah tak sengaja melihat Gwang Jae melabrak Young Jae karena membuang tumpukan data trainee ke tempat sampah tanpa mau membacanya (dan kebetulan ada data Ji Hoon di lembar paling atas). Gwang Jae berkata bahwa Young Jae tidak mampu menghargai para trainee, padahal mungkin di antara mereka ada orang-orang yang berbakat. Ji Hoon mendengar percakapan itu dan menyadari bahwa apa yang dikatakan Gwang Jae benar.

Keempat, Ji Hoon akhirnya berani menyatakan perasaannya pada Woo Seung. Kita juga melihat beberapa flashback yang menunjukkan bahwa Ji Hoon sudah berkali-kali mencoba menyatakannya, namun selalu gagal. Kali ini, setidaknya dia sudah berhasil melakukannya, walaupun kita harus menunggu episode selanjutnya untuk mengetahui jawaban Woo Seung. 

Struggling to Make The End Meets

Seperti yang sudah diceritakan dari awal, World Entertainment sudah di ambang kebangkrutan. Jika tidak segera membayar utang, mereka tidak dapat lagi menempati gedung yang saat ini mereka gunakan. Sun Tae akhirnya mengajak Gwang Jae untuk nekat saja memohon pinjaman uang dari Young Jae. Sun Tae berkata pada Gwang Jae untuk menganggap Young Jae sebagai anjing yang imut. Karena dia imut, apapun yang dikatakannya–walaupun tidak enak didengar–pasti terdengar unyu.

Young Jae sudah setuju untuk meminjamkan uang namun Gwang Jae malah marah-marah (setelah Young Jae membuang data trainee). Young Jae pun berencana membatalkan pinjamannya namun Cathy mencegahnya. Cathy meyakinkannya untuk tetap memberikan pinjaman agar World Entertainment terikat utang dengan mereka dan nantinya akan lebih mudah dikendalikan. 

Sementara itu, Bo Hee juga menurunkan gengsinya dengan berperan sebagai kimbap untuk iklan sebuah produk pelancar pencernaan. Dalam kondisi tidak enak badan dan harus memakai kostum yang panas, dia harus melakukan take berulang-ulang. Dia juga harus menunggu bintang utama iklan itu datang setelah break berjam-jam. Tak disangka, si bintang utama (dan kru) malah memperlakukannya dengan kurang baik saat Bo Hee menegurnya karena tidak tepat waktu. Gwang Jae yang saat itu menemani Bo Hee jadi emosi dan hampir bertengkar dengan seorang kru namun kemudian Bo Hee pingsan. Gwang Jae segera memanggil ambulan dan membawa Bo Hee ke RS. Di perjalanan, Bo Hee mengaku bahwa dia hanya berpura-pura pingsan agar Gwang Jae tidak jadi berkelahi. Bo Hee tahu bahwa Gwang Jae tidak mungkin dapat memenangkan perkelahian itu, jadi lebih baik mereka menghindar saja. 

Misteri hilangnya Hyun Jae

Hyun Jae berhasil masuk grup online “Investigasi Kematian Hyun Jae” dan membuka sebuah dokumen berjudul “para tersangka”. Tersangka utama adalah Young Jae, which is very predictable. Tapi sebenarnya jika dilihat dari gelagat Young Jae di beberapa episode ini, sepertinya dia hanya memanfaatkan hilangnya Hyun Jae untuk mengambil keuntungan pribadi. Belum tentu dia adalah orang yang menjadi dalang di balik hilangnya Hyun Jae.

Tersangka lainnya adalah Gwang Jae. Hal ini yang cukup membuat membuat bimbang. Pasalnya, jika melihat betapa sincere-nya Gwang Jae (dan masalah keuangan yang membelitnya), sepertinya mustahil bahwa dia tersangkanya. Tapi bukan tidak mungkin sama sekali, karena kadang penjahatnya justru orang yang terlihat innocent

Entahlah, masalah tersangka ini masih belum dapat diprediksi, at least for now. I’ll just sit and watch the progress. 

Misteri lain yang terkuak di minggu keempat adalah bahwa Hyun Jae memiliki beberapa tas besar yang berisi uang. Hyun Jae menyembunyikannya di sebuah tempat sebelum dia menghilang pada tahun 1994. Masalahnya, Hyun Jae yang datang ke 2017 adalah Hyun Jae tahun 1993. Dengan kata lain, dia juga tidak tahu di mana Hyun Jae tahun 1994 menyembunyikannya. 

Untungnya ada beberapa petunjuk di buku catatan musik Hyun Jae. Ada gambar beberapa tempat yang mungkin digunakan untuk menyembunyikan uang. Gambar-gambar ini tiba-tiba muncul setelah Hyun Jae datang ke 2017 (di tahun 1993 belum ada). Menurutnya, satu-satunya tempat yang mungkin adalah di loteng, tempat yang sekarang ditempati oleh Woo Seung, karena hanya tempat itulah yang bangunannya tidak permanen (ada bagian yang tidak disemen). Karena itu, Hyun Jae mencoba untuk masuk ke kamar Woo Seung yang dikunci dengan kode rahasia. 

Setelah berkali-kali gagal menebak kode rahasia pintu kamar, Hyun Jae akhirnya berhasil memasukkan kode yang benar dan masuk ke kamar. Dia sudah menemukan satu titik di ruangan itu yang paling mungkin digunakan untuk menyembunyikan uang. Akan tetapi Hyun Jae belum sempat mengonfirmasinya karena Woo Seung keburu datang. 

Meanwhile, gambar-gambar itu juga ada pada buku catatan yang dipegang Young Jae. Sepertinya salah satu alasan kenapa Young Jae bersikeras ingin menguasai gedung World Entertainment adalah karena dia tahu Hyun Jae menyembunyikan uang di sana. 

Hal-hal lain yang sudah dikonfirmasi 

  • Hye Ri sudah mengatakan (pada Ji Hoon) bahwa dia menyukai Ji Hoon. Woo Seung kebetulan mendengarnya, jadi dia juga tahu. 
  • Mal Sook adalah anak dari anak kandung Sun Tae. Dengan demikian, dia benar-benar cucu kandung Sun Tae. 
  • Ibunya Woo Seung dulunya adalah make up artist dari Bo Hee. 

Baiklah, sementara segini dulu ya. Nanti di-update lagi dengan beberapa screenshot kalo sempat. :D :p

    Preview episode 17-18

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s