First Impressions: CdR Season 2

Bentar deh bu, kok masih nonton drama ini, sih? Katanya kemarin garuk-garuk lantai saking gemesnya?

Gimana ya, masalahnya, season 1 kemarin berakhir seperti kentang anyep. Pingin nggak peduli sih, tapi mau nggak nonton juga rasanya kentang. Jadi serba salah deh ini. Duh, dilema yang berfaedah sekali ya. -_- *digampar pake french fries*

Okelah, nggak pake lama. This is my first impressions on the first 3 weeks of this drama’s 2nd season. I know it’s a bit late, but hey, dramanya masih panjang kan? It’s forgiveable lah ya. *iya deh, apa sih yang enggak buat kamu bu*

Disclaimer: Kendati saya berusaha untuk membuat tulisan yang tidak frontal, tulisan ini masih tetap sangat subjektif. Jika kalian tidak setuju dengan apa yang saya tuliskan di sini, abaikan saja. Saya bukan siapa-siapa, cuma potongan kentang yang gagal menjadi mashed potato

Sejujurnya, feel-nya nonton awal-awal season 2 ini agak beda. But surprisingly, the story exceeded my expectation. Beda dengan season 1 yang awalnya adem ayem, season 2 ini sudah agak ruwet sejak minggu pertama. Hingga di akhir minggu ketiga, ada hal-hal yang semakin rumit, ada juga hal-hal yang mulai membaik.

Cast Lineup

Hampir semua cast di season 1 bertahan di season 2 ini. Ada beberapa cast yang cuma ikutan di awal-awal, ada juga yang belum keliatan lagi (entah belum dimunculin atau memang nggak ikutan). Selain itu, ada juga beberapa wajah baru yang ikut meramaikan season 2 ini. 

Cast yang hilang/ diganti:

  • Radit (Delano Daniel). Belum keliatan dari awal. Belum tahu ada lagi atau nggak, karena di season 1 kan udah pindah, walaupun masih sesekali video call sama Nadine.
  • Herry Wibawa (Ikang Fawzi) – Bapaknya Rizky. Beliau muncul dan “dimatikan” setelah jalan 5 episode. Kayaknya beliau udah nggak lanjut lagi karena ada job di TV sebelah. 
  • Saga (Bryan Andrew). Awal-awal masih muncul dan pacaran sama Chika. Tapi mereka akhirnya putus karena Saga balikan sama Olive (mbak-mbak JKT). Ah, ngomongin Bryan, itu drama bajakannya Goblin jadi tayang di TV sebelah gak sih? Atau saya ketinggalan berita? xD
  • Mas-mas waiter di Mon Cheri (nggak tau namanya siapa, wkwkwk). Di awal, dia masih ikutan, tapi dikisahkan resign, sehingga diganti dengan orang baru. 

Cast baru:

  • Gadis Grisela Gantari (Rania Putri Sari). Editor untuk novelnya Dimas. Anak temannya Pak Herry. Sepertinya akan ada love-line dengan Dimas. 
  • Aria (Farish Nahdi). Waiter baru di Mon Cheri. Bercita-cita untuk kuliah, tapi belum ada biaya. Sepertinya akan ada love-line dengan Chika. 
  • Zeta Shaquille (Mentari de Marelle). “Teman” Rizky di Malang. Terobsesi dengan Rizky karena mirip dengan mantannya yang sudah mati. Tokoh antagonis dan elemen horor di season 2.  
  • Nino (Junior Liem). Mahasiswa S2 sekaligus asdos di kampus Insan Nusantara. Sepertinya akan ada love-line dengan Nadine. 

Highlights 

Rizky jadian sama Gita. Terjawab sudah teka-teki di akhir season 1. Nothing special seandainya mereka nggak dibikin LDR di season 2 ini. Berantemnya standar aja, malah cenderung sweating the small stuffs. Tipikal teenager lah. 

Penyebab mereka harus LDR adalah meninggalnya Pak Herry. Dikisahkan, Pak Herry sebenarnya punya usaha anyaman rotan di Malang, tapi Rizky nggak tahu. Beliau sebenarnya ingin pindah ke Malang, tapi keburu mati. Sepeninggal beliau, Pak Darmo (pengelola bisnis rotan di Malang) menelepon Rizky dan mempertanyakan kelanjutan bisnisnya. Mau nggak mau, Rizky terpaksa cuti kuliah sementara untuk mengurus bisnis anyaman rotan itu. 

Di Malang, Rizky punya teman baru, cewek, namanya Zeta. Awalnya agak sebel juga karena Rizky baik banget ke si mbake. Nggak baper sih, lebih ke gemes sama karakternya. Sepertinya Rizky memang terlahir untuk menjadi orang yang kaplokgenic

Anehnya, makin ke sini, kok ada kecurigaan kalo Zeta ini agak creepy. Dan setelah dibuka kedoknya di episode ke-10, mendadak merinding dong. Ternyata dia stalker dan cuma pura-pura baik untuk mendapatkan perhatian Rizky. Di beberapa episode selanjutnya, diperlihatkan bahwa dia melakukan sabotase agar Rizky semakin jauh dengan Gita. 

Meanwhile, Nadine awalnya pelesir ke Barcelona (ikut papanya) biar bisa move on. Nadine baru balik ke Indonesia setelah Pak Herry meninggal. Awalnya memang dia masih sulit untuk move on dari Rizky. Tapi setelah bertemu dengan Nino, sepertinya kondisi mulai membaik. Mama Nadine juga senang karena Nino bisa membuat Nadine tidak bersedih lagi. 

Dimas juga senasib dengan Nadine, masih sulit move on dari Gita. Di akhir season 1, Dimas sempet menulis novel yang judulnya ‘Kirana’, spesial untuk Gita. Eh, ternyata itu novel ditemukan oleh Chika dan diam-diam dikirim ke penerbit. Meski awalnya sempet nolak, Dimas akhirnya setuju untuk melanjutkan writing project itu, dibantu oleh editor yang bernama Gadis. Dimas pun mulai dekat dengan Gadis dan berencana untuk move on.  

Di luar cerita itu, ada beberapa cerita pelengkap:

Raisa-Kunto masih jalan bareng dan sering berantem (tapi lucu, secara kan Kunto rada ajaib :p). Masalah besar di antara mereka adalah status Kunto sebagai mahasiswa abadi. Skripsi nggak kelar-kelar, matkul juga ada yang ngulang. Daddy Kunto mengancam tidak memperbolehkan Kunto mengelola Mon Cheri jika dia tak kunjung lulus. Mama Raisa juga tidak merestui Kunto untuk melanjutkan hubungan dengan Raisa jika kuliahnya tidak selesai. 

Chika awalnya menjalin hubungan dengan Saga tapi putus karena orang ketiga. Setelahnya, Chika menjadi dekat dengan Aria, walaupun hanya sebagai teman senasib (sama-sama part-timer). 

Pak Fauzan (ayah Gita Chika) awalnya makin sibuk dan kurang waktu buat keluarga. Untungnya beliau cepat sadar bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga. Bacanya gak usah sambil nyanyi ya. 

Personal Random Comments

(1) Pace

Pas season 1 dulu, saya merasa drama ini agak slow paced, terutama di awal. Saya sering nggak sabaran karena rasanya terlalu lama menunggu konflik. Season 2 ini langsung dibuka dengan banyak konflik sejak minggu pertama. But instead of feeling good, saya malah ngerasa agak too much. Kalo dibandingkan dengan season 1, kesannya awal season 2 ini jadi kurang rapi. 

But it was only until Pak Herry dibikin meninggal. All of so sudden, I felt like someone flipped a table in front of me. Bang! I really didn’t see it coming. I was so surprised that my response was only like “우아! 진짜?! 왜요?” (Wow! Really?! Why?). Dan setelah kejadian itu, secara misterius, saya mulai nyaman dengan pace di season 2 ini. 

(2) Cheesy vs Sweet

Ngomongin soal romance, di season 1, banyak adegan skinship dan staring contest dengan efek slow motion yang jatuhnya malah cheesy karena berlebihan. Cheesy menurut saya, tapi bikin baper menurut sebagian penonton. Di season 2 ini, adegan romance-nya nggak lebay, jadi terkesan sweet and cute. They do have a proper level of sweetness, so I love it more.

(3) Shippers

Beberapa penonton sejak awal sudah bikin tim shipper masing-masing. Makanya, pas nggak suka dengan current OTP atau ada prospek bahwa OTP-nya bakal di-rolling atau idolanya ketemu orang baru, banyak yang komen, “dih, nggak suka”, “nggak terima”, “mereka nggak pantes”, mereka nggak ada chemistry“, and so on, and so on. 

Banyak yang keukeuh bahwa ketika seseorang suka sama orang lain, perasaan itu harus bertahan selamanya, walaupun cintanya bertepuk sebelah tangan. Bro, sis, life goes on. Kenapa harus galau berlarut-larut dengan harapan yang tidak tercapai ketika ada pilihan lain yang lebih bisa membuat bahagia? Semua akan move on pada waktunya. 

Saya sejak awal nonton memposisikan diri saya netral, nggak ikutan tim mana-mana. Nggak nge-ship satu couple pun di sini, karena kan ceritanya mereka masih anak kuliahan semua. If you’re still that young, jatuh cinta, patah hati, dan move on adalah makanan sehari-hari. Deal with it. Nggak perlu nge-ship sampe segitunya. 

(4) Wajah baru

Banyak yang komen, 

“Kenapa sih jadi ada orang baru?”

Menurut saya, kalo emang bisa ngasih lebih banyak stir ke ceritanya ya why not? Penonton butuh konflik, apalagi kalo episodenya banyak.

“Tapi kan ceritanya jadi melebar ke mana-mana.”

For me, that’s perfectly fine. It’s way much better daripada ceritanya jalan di tempat. 

(5) Tokoh antagonis (Zeta)

Banyak yang komen, 

“Kok ada antagonisnya sih? Kayak di TV sebelah deh.” 

Di TV sebelah, yang antagonis biasanya make-up-nya menor. Ada zoom inzoom out sambil melotot-menyipit dan kedengeran suara hatinya. Belum lagi ada yang keturunan ikan lah, ada yang bisa berubah jadi serigala lah, ah pusing ah. 

Menurut saya, intinya bukan ada pemeran antagonis atau nggak-nya, tapi gimana eksekusinya. So far, Zeta memang agak annoying, tapi sepertinya penulis cerita memang mengharapkan efek yang seperti itu. Saya sendiri berharap ada cerita yang lebih creepy karena pekan ini kurang seram. :p

“Tapi kan teleseri di NET biasanya nggak ada tokoh antagonisnya.”

Masalembo? Patriot? Ya kecuali mereka nggak dihitung teleseri sih. 

“Tapi Zeta terlalu lebay deh, nggak realistis.”

Terus harus gimana? Zeta harus delivery order makanan sampe habis jutaan terus nyuruh Rizky yang bayar dan bikin usaha Rizky bangkrut? Biar lebih real, nanti ditambahin disclaimer: diilhami dari kisah nyata di Wkwkland.

Lagian menurut saya, Zeta itu cuma memperburuk keadaan. Aslinya, keadaannya memang sudah buruk. Hubungan Gita-Rizky itu sudah kurang sehat dari awal. Sebelum LDR, Rizky sukanya curhat ke Nadine, Gita sukanya curhat ke Dimas. Setelah LDR, Rizky nggak peka sama perasaannya Gita, Gita juga nggak paham kerjaan Rizky yang gila-gilaan, dan akhirnya mereka berantem gara-gara masalah yang nggak penting-penting banget. Jadi, kalo akhirnya mereka putus, masalahnya ada di mereka sendiri, bukan di Zeta atau orang lain. If they want to last, they need to grow up.

(6) Mistery

Ini dia yang saya suka. Jadi bener-bener cinta dan rahasia, karena ada misteri yang belum terungkap. Di balik cerita cinta-cintaan, penulis cerita sedang main rahasia-rahasiaan dengan kita. Hahaha. 

Gara-gara ada Zeta, muncul banyak spekulasi liar. Kronologi meninggalnya Pak Herry masih belum dibahas sampai saat ini. Akhirnya muncul spekulasi: jangan-jangan Pak Herry dibunuh sama Zeta atau jangan-jangan Pak Herry belum mati, cuma disembunyiin sama Zeta. We still don’t know about this but we’ll figure it out soon. 

Ada juga adegan Zeta melakukan video call dengan seseorang, tapi kita belum tahu orangnya. Walhasil, semua orang dicurigai. Jangan-jangan Aria, jangan-jangan Nino, jangan-jangan Gadis, jangan-jangan Olive, jangan-jangan si ini, jangan-jangan si itu. Chaos lah jadinya wkwkwk.

(7) Malang

Penasaran banget itu Rizky ceritanya di Malang mana. Bukan kenapa-kenapa, masa itu video call lancar banget, padahal katanya di desa. Rumah ortu saya di kota kok sinyalnya ilang-ilangan ya? Ah sudahlah, nggak penting juga. 

.

Overall, sejauh ini, season 2 masih lebih asik daripada season 1. Belum tahu lagi bagaimana nantinya. Perjalanan masih panjang, so let’s wait and see. 

.

Bonus:

I dropped a comment on CdR’s IG last week..

Surprisingly, I got 10 likes for this random activity

and one of the people who liked it was..

Ignore the other notifications about the egg image xD

Well, it’s indeed a compliment. So, thank you for noticing it. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s