Mengapa Harus Menulis?

​​Mengapa harus menulis? Ya.. mengapa tidak?

Menulis adalah sebuah kegiatan yang memiliki banyak manfaat, baik bagi penulis maupun bagi pembacanya. Jadi, jika ada yang melontarkan pertanyaan “mengapa harus menulis?”, jawabannya tentu akan sangat panjang dan mungkin berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Berikut akan saya tuliskan beberapa kemungkinan jawaban dari pertanyaan tersebut. Perlu dicatat, apa yang saya tuliskan di sini adalah versi saya. Tidak masalah jika anda memiliki jawaban versi yang lain karena kita tidak harus selalu sepemikiran

1. Menulis adalah cara menjaga kewarasan

Banyaknya masalah yang kita hadapi setiap harinya dapat membuat diri kita dipenuhi dengan energi negatif. Ingin bersantai dengan membuka media sosial, yang didapati malah komentar-komentar pedas di sana sini yang membuat kita semakin emosi. Derasnya arus informasi yang tidak diimbangi dengan kemampuan untuk mem-filter mana berita yang benar dan yang salah (ditambah lagi dengan inovasi mutakhir bernama tombol “share”), membuat keadaan semakin kacau.

Jika semua itu terkumpul dalam kepala kita dan tidak tersalurkan dengan benar, dampaknya akan kurang baik bagi diri sendiri dan mungkin saja akan berimbas pada orang lain. Menuliskan hal-hal yang membuat kita resah atau hal-hal yang membahagiakan diri kita mungkin dapat sedikit membantu meredam semua kegilaan yang kita rasakan. Kalaupun itu tidak dapat sepenuhnya menyelesaikan masalah, setidaknya, kita dapat merasa sedikit lebih baik.

2. Menulis adalah kesempatan untuk berbagi dengan orang lain

Sesuatu yang terlihat receh bagi kita boleh jadi bermanfaat bagi orang lain. Tapi kita juga tidak akan pernah tahu itu jika kita hanya menyimpannya untuk diri sendiri. Menuliskan apa yang kita tahu, sesepele apapun itu, mungkin saja dapat membantu orang lain menyelesaikan masalahnya. Kata bapak saya, jika kita membantu orang lain, Allah akan mengirimkan orang untuk membantu jika suatu saat kita sedang kesusahan. Insya Allah.

3. Menulis dapat menambah motivasi untuk belajar

Terkait dengan poin sebelumnya, membagikan hal-hal yang berguna sama artinya dengan ikut serta dalam upaya mencerdaskan bangsa. Permasalahannya sekarang, bagaimana kita dapat mencerdaskan bangsa jika kita tidak cerdas? Jika kita ingin membagikan lebih banyak hal yang bermanfaat, tentu kita sendiri harus belajar lebih banyak lagi.

4. Menulis dapat memperkaya sudut pandang

Kita tidak dapat memaksa orang lain untuk setuju pada kita, sebagaimana kita juga tidak mau dipaksa untuk selalu sependapat dengan orang lain. Perbedaan adalah sesuatu yang biasa. Wajar jika kita memiliki pandangan berbeda dengan orang lain terhadap suatu permasalahan. Kita tidak selalu dapat mengubah persepsi orang lain, tapi setidaknya kita dapat memberikan ruang bagi orang lain untuk merenungkan bahwa suatu permasalahan tidak hanya memiliki satu sisi saja.

Sebenarnya daftar jawaban ini masih terlalu singkat, masih dapat dirinci menjadi lebih panjang lagi. Tapi untuk saat ini, saya cukupkan sampai di sini dulu. Intinya, apapun alasan kita, jadikan itu sebagai motivasi yang dapat selalu kita ingat di saat semangat kita sedang surut.

NB:

Tulisan ini dibuat untuk tugas pertama Kelas Menulis Online Batch 11. Sudah di-post di Facebook beberapa hari yang lalu tapi saya terlalu OCD untuk persoalan seremeh paragraph alignment. Karena itulah saya post lagi di sini. +_+

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s