CdR dan Hal-Hal yang Menggemaskan

Awalnya berencana untuk bikin review  sekalian pas tamat aja, karena memang tinggal sedikit lagi. Tapi berhubung dari rentang waktu setelah bikin tulisan first impressions (episode 15) sampe episode 45 ada banyak hal menggemaskan yang terjadi, saya jadi pingin bikin 1 tulisan dulu sebelum tamat. Kadang saya gemas sama ceritanya, kadang juga gemas sama komentar-komentar di ig-nya CdR. So, dengan menulis ini, saya harap kegemasan ini akan sedikit terurai. 

Disclaimer: Sama seperti tulisan sebelumnya, tulisan ini sangat subjektif dan ditulis dari sudut pandang emak-emak. Feel 100% free to disagree. 

Karena bingung harus mulai dari mana, pembahasan akan saya buat model Q&A saja. 

What do you think about Rizky so far?

Still kaplokgenic. Seriously, dia adalah karakter paling gak jelas sepanjang masa. Kelakuannya sering blunder dan walaupun sudah memilih salah satu, perasaannya masih tanda tanya besar. As I stated in the first season’s final review, he was my least favorite character. Well, he still is. Sometimes I wish he’d be kidnapped by aliens or something. 

Menurutmu, Rizky suka sama siapa?

Kata Ludwig Wittgenstein: “One is unable to notice something because it is always before one’s eyes”. Based on that statement, it should be Gita. 

Berarti Rizky gak suka sama Nadine?

Hipotesis pertama: Rizky sebenarnya dulu suka sama Nadine bukan karena Nadine, tapi karena kenangan-kenangan di masa lalu. More like blasts from the past. Kenangan tentang susu stroberi, wangi stroberi, dan keinginannya untuk punya pasangan yang mirip mamanya. Oh, ditambah lagi karena Nadine cantik. Even as a woman, I think she’s pretty. So, it’s easier to like her. 

Hipotesis Kedua: Mungkin aja kalo dia beneran suka sama Nadine, bukan sama kenangannya. Dalam waktu yang sama, dia juga suka sama Gita. Well, it’s actually possible to like more than 1 person at a time. 

Hipotesis Ketiga: Rizky cuma suka Nadine dan gak suka Gita. Wait, what?! Terus, semua perasaannya ke Gita selama ini tiba-tiba nullified? Tiba-tiba sadar setelah dipukul Dimas? WAAAOWWW! Semacam kena gendam aja. Atau Rizky ini DID ya? Selama ini, yang suka dan pacaran sama Gita bukan Rizky, tapi alter egonya. *wes mbuh wes, tambah ngawur, wkwkwk*

Kalo Rizky pilih Nadine, berarti Gita udah gak ada harapan dong?

Selama janur kuning belum melengkung, semua bisa terjadi. But if I were Gita, even if there were a chance to be with him, I’ll let it pass. Tet tot!

Jadi, cewek gak bisa sahabatan sama cowok?

Bisa, tapi tetep ada batasannya. Kalo yang kemana-mana selalu bersama bagaikan Upin dan Ipin ya most likely bakal ada yang baper. 

Tapi IMO, sahabatan dari kecil kayak Gita-Rizky ini agak aneh. Dulu pas masih kecil, saya juga punya temen-temen cowok. Satu sekolahan, sering bermain bersama, saling kunjung mengunjungi, dll. But as we grow older, we grow apart, since naturally boys and girls have different interests. 

Compare sama drama lain yang setipe ya. Di Reply 1997 juga lead male dan lead female-nya temenan dari kecil, tapi different interest-nya masih keliatan. Shi Won masih sering hangout sama cewek-cewek, Yoon Jae juga hangout sama cowok-cowok. Shi Won dan cewek-cewek hobinya fangirling boyband, Yoon Jae dan cowok-cowok hobinya nonton bok*p. 

Meanwhile, di CdR, hal-hal ini kurang keliatan. Gita sama Nadine masih oke lah. Nah Rizky? *duh, bocah ini lagi xD* Rizky ini terkesan ajaib karena gaulnya sama cewek-cewek tapi gak ketularan melambai. 

Tapi itu menurut saya lho ya. Kalo kalian beda pendapat ya gapapa. :D

Seandainya jadi Rizky, kamu pilih siapa?

Saya pilih pergi ke gua di atas bukit untuk bertapa menjauh dari Gita dan Nadine. Introspeksi diri dan mundur teratur karena menyadari bahwa Gita dan Nadine berhak mendapatkan yang lebih baik. 

Ada saran untuk Rizky?

Kurangi makan micin, perbanyak minum aqua, dan sering-sering makan ikan.  Kalo gak mau makan ikan, tenggelamkan. Okesip.

What do you think about Dimas so far?

Too unrealistic. He’s the kind of male you will only find in dramaland. Dimas adalah gambaran cowok ideal di mata cewek-cewek. Mungkin karena ceritanya ditulis dari sudut pandang perempuan. 

Karakter kayak gini mungkin bakal bikin cowok-cowok jadi insecure karena cewek-cewek pada pingin punya pasangan se-ideal itu. Padahal sebenarnya kita gak butuh orang yang ideal, cukup yang mau berusaha jadi lebih baik.

Ya kata Gadis kan Dimas itu anomali. Inget gak?

Iya inget. Tapi kalo Dimas anomali, Rizky itu apa? Dewa Anomali. 

Tapi ya, namanya juga drama. It’s okay lah, as long as dia gak berubah jadi manusia serigala. 

Tapi kok Gita nggak bisa luluh sama Dimas?

Ya karena dia suka sama Rizky. Itu doang. Terdengar gak masuk akal kecuali emang kalian pernah ngalamin yang kayak gini. Percayalah, hal-hal kayak gini banyak terjadi. 

Apakah Dimas lebih baik dari Rizky?

Awalnya saya berpikir demikian. Tapi semua berubah setelah Dimas jadian sama Gadis. Kita semua tau gimana perasaan Dimas untuk Kirana, but when you have chosen to be with someone, harusnya kamu bisa jaga jarak sama cewek-cewek lain. Termasuk Kirana. Bukan lagi tentang siapa yang kamu paling suka, tapi tentang komitmen untuk serius sama satu orang.

Satu lagi sih. Pas adegan Dimas-Rizky berantem, Dimas terlalu maksa Rizky untuk mau sama Nadine. Walaupun akhirnya Rizky ngaku, tetep aja di situ Dimas crossed the line.

In short, Dimas isn’t that flawless. 

Kalo jadi Dimas, kamu pilih Kirana atau Gadis?

Gadis. Sejujurnya dari semua karakter cewek di season 2 ini, Gadis adalah favorit saya karena dia adalah tipikal independent woman. Dia tau apa yang dia mau dan dia mau berusaha untuk itu. Dia sadar dengan apa yang dia lakukan dan siap dengan konsekuensi dari semua keputusan yang dia bikin. So, for sure, she didn’t deserve all the hate comments just because people don’t ship her with Dimas. -_-

Sebenarnya saya juga oke kalo Dimas pilih Kirana. Tapi ya itu, kalo emang udah yakin, jangan kasih harapan ke cewek lain. Dulu Raisa, kemarin Gadis. Huuuft. Lelah ku melihatnya. 

Emang move on gampang?

Yakali move on kalo tiap hari masih nempel. =,=

Apa benar cowok bisa nangis di depan orang yang dia sayang?

Bisa jadi benar, tapi dependensinya banyak. Tipe orang beda-beda, ada yang ekspresif, ada yang nggak. Ada yang jujur, ada yang nggak. Untuk orang yang jujur dan ekspresif, statement itu bisa valid. Untuk yang lain, invalid. Nangis bukan berarti sayang, dan sayang nggak harus nangis. Tangisan nggak bisa sepenuhnya dijadikan sebagai parameter sayang atau nggaknya seseorang ke orang lain. 

Kalo jadi Gita, kamu pilih siapa?

Kalo bisa di-rewind ke awal-awal season 1, maunya pilih Kunto aja. Sayangnya Kunto udah sama Raisa sekarang. Jadi ya, mendingan gak milih di antara Dimas atau Rizky. Dengan background keluarga Rahmansyah yang bahagia dan bisa jadi panutan, harusnya Gita cari orang yang bikin hidupnya jadi less drama. Kayak Chika tuh, udah bener pilih Aria.

Kalo Gita dipasangin sama Dimas aja gimana?

Netral. 

Tapi kayaknya Gita bakal sama Rizky deh, kan biasanya lead male akhirnya sama lead female. Ya nggak?

Di Baker King, Kim Tak Goo, Tak Goo (lead male) suka sama Yoo Kyung (lead female). Yoo Kyung juga suka sama Tak Goo. In the end, Yoo Kyung malah kawin sama Ma Joon (second lead male) — walaupun bukan murni karena cinta. So, we got 2 points here. Pertama, lead male gak selalu bakal sama lead female. Kedua, pada akhirnya, pilihan tidak selalu jatuh pada yang paling dicintai. 

Seandainya Gita tau kalo Dimas yang nolongin dia waktu pramuka dulu, apa dia bakal suka sama Dimas?

Kalo mau ngomong realistis, it’s not that simple (better read: Why facts don’t change our minds). IMO, instead of feeling touched, she might feel more sorry to him. 

But anything can happen in the dramaland, so just wait and see.

Kok Dimas ingatannya kuat banget sih, bisa inget kejadian-kejadian di masa lalu?

Jadi inget Seo Jin Woo (Remember). Kan dia ingatannya juga kuat banget. Ujung-ujungnya.. alzheimer. Oh wow, mamanya Dimas kena alzheimer juga bukan? Jangan-jangan.. *jeng jeng jeng* *zoom in*

Nadine sama Nino menurutmu gimana?

Cocok, lebih mending daripada sama Rizky. Nino lebih dewasa. Apalagi dia berani nglamar dan udah minta izin ke ortunya Nadine. Real man banget itu mah. Dda bong

Tapi kan dulu Nino posesif?

Setiap orang punya masa lalu. Yang penting kan dia udah mau berubah jadi lebih baik. 

Kalo Rizky milih Nadine gimana?

Biarin aja. Kamu sama Nino aja, Nad, prospek masa depannya lebih cerah. 

Tapi kalo jadi Nadine, kamu mau pilih siapa?

N-I-N-O. Nino.

You don’t always have to end up with someone you love the most. If you’re destined to be with a person, then that person must be the best for you. 

Ngebelain Nino banget bu?

Duh ya, gak ngerti ini. Udah gak objektif karena jatuh cinta sama karakter Nino. Dan saya merasa 4L4y. +_+

Tapi Nadine kan masih suka sama Rizky?

Like I care. 

Tapi itu Gita sama Dimas mau ngejodohin Rizky sama Nadine kan?

Serius, gak paham sama pemikiran mereka. Okelah kalo Rizky masih suka sama Nadine, tapi Nadine udah mau melangkah ke jenjang yang lebih serius sama Nino. Apa masih segitu perlunya diperjuangin? 

We can’t control our feelings, but we can control our reaction to it. Mau berjuang atau mau menyerah itu hak masing-masing. Maka dari itu, menurut saya, Gita dan Dimas terlalu berlebihan. Aksi heroik yang tidak pada tempatnya. 

Pendapatmu tentang aplikasi Chika?

Butuh banyak di-training biar hasilnya lebih valid. Lagipula, gak ada orang yang 100% cocok. Yang ada emang harus dicocok-cocokin. Segala sesuatu perlu diusahakan. Jadi, terlalu percaya sama aplikasi Chika itu agak aneh sebenarnya. 

Gimana pendapatmu tentang permohonan di time capsule

Terlalu platonik. Tapi karena ceritanya mereka masih umur 20-an, bebas aja lah. As you grow older, you’ll come to realize that nothing lasts forever

Dan pendapatmu tentang cinta pertama?

Kurang setuju dengan beberapa pendapat tentang cinta pertama di drama ini. Bukan terlalu fanatik sama Reply 1997, tapi saya lebih setuju dengan quote-quote tentang cinta pertama di serial itu.

Cinta pertama terjadi dengan sedikit terburu-buru. Tanpa kalkulasi, kita mendedikasikan diri untuk cinta itu dan mengalami kegagalan. Pada waktu yang sama, hal ini dramatis. Cinta itu datang dengan perasaan yang sulit dijelaskan, yang tidak akan pernah kita alami lagi. Jadi, cinta pertama menjadi momen yang paling dramatis dalam hidup kita. 

Gagal dalam cinta pertama itu tidak apa-apa. Cerita yang tragis dapat bertahan lebih lama daripada cerita yang berakhir “bahagia selamanya”. Memiliki cerita itu sebagai bagian dari hidup kita adalah hal yang menyenangkan.

Cinta pertama adalah satu periode kehidupan yang takkan pernah kembali. Jika cinta selanjutnya datang, ada waktu yang harus dipersiapkan untuk cinta baru itu. Cinta selanjutnya mungkin tidak akan semurni cinta pertama. Cinta itu akan terasa sedikit lebih dewasa, karena luka yang pernah kita alami dengan cinta pertama. 

Menurutmu, ending-nya bakal gimana?

Terserah aja asal gak kentang. Tapi saya lebih pingin mereka semua berteman saja, gak usah ada couple di antara mereka. Mereka bersama sampai lulus kuliah, berpisah mengejar cita-cita masing-masing, dan bertemu kembali saat reuni sambil membicarakan kebodohan-kebodohan di masa lalu. 

Ada hal lain yang perlu disampaikan?

Mengutip kata-kata bang Pandji Pragiwaksono:

Saya meyakini kebenaran saya, Anda meyakini kebenaran Anda. We don’t have to agree, and we don’t have to be enemies. Say whatever you like, I will oppose you but I will not hurt you. For whatever words you say will never hurt me. 

So, woles aja kalo ada perbedaan pendapat dan asumsi. Woles juga kalo hal-hal di luar ekspektasi. *woles tapi gemas, wkwkwkwk*

What happens in dramaland, stays in dramaland. 

Hoping to see a neat ending. *finger crossed*


Bonus

Entah kenapa beberapa adegan mengingatkan saya pada Reply 1997. Pertama, cerita tentang Gita yang ngefans sama Candil. Adegan Gita nungguin Candil di depan rumah mengingatkan pada adegan Shi Won nungguin Tony oppa di depan rumahnya. Bedanya, Gita gak seobsesif Shi Won yang sampe bela-belain nginep di depan rumah dan tidur di kardus demi nungguin idolanya. 

Gita saking ngefansnya juga pernah pingin nikah sama Candil. Ini sama kayak Shi Won ke Tony oppa. Pas SMA, bapaknya tanya apa cita-cita Shi Won, dia jawab, “istri Tony”. Sekali lagi, bedanya adalah Shi Won lebih obsesif. Saking ngefansnya sama Tony, Shi Won bahkan bantuin beres-beres dan cuci piring di restoran keluarga Tony, dalam kondisi dia lagi hamil anak kedua.

Kedua, kupon dari Gita sebagai hadiah ulang tahun Dimas. Ini persis banget sama hadian Shi Won ke Yoon Jae tiap tahun (sampe sebelum mereka pisah waktu kuliah). 

Ketiga, adegan Chika dan Aria yang awkward gara-gara pegang pembalut. Shi Won dan Yoon Jae juga pernah awkward karena hal yang sama. Bedanya, Chika cari bolpoin, Shi Won cari disket.

Well, as a fan of Reply 1997, I’m actually fine with those resemblances. 

Satu respons untuk “CdR dan Hal-Hal yang Menggemaskan

  1. Ping-balik: CdR Final Review | Rumput Jingga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s