Buku Antologi Penantian Berharga

​Jodoh itu rumit. Proses mendapatkannya menjadi sesuatu yang terkadang penuh drama. Ada pasangan yang sudah bersama untuk waktu yang cukup lama, namun kemudian berpisah dan meninggalkan luka. Ada pula yang baru bertemu kemarin sore, namun hari ini sudah membahas resepsi. Ada pula yang masih sabar menanti, meski sudah mencoba berkali-kali namun belum juga mampu untuk menetapkan hati.

Kisah mengenai proses menunggu, mencari dan menemukan jodoh terangkai dengan apik melalui cerita-cerita pendek yang terangkum dalam buku Penantian Berharga ini. Tidak semua berakhir manis, tentu saja. Ada yang berujung tragis, namun ada pula yang ditutup dengan akhir yang romantis. Tapi apapun itu, seluruh cerita membawa kembali pada fakta bahwa jodoh adalah misteri Yang Kuasa. Kita hanya bisa berusaha, Dia-lah yang menentukan dengan siapa kisah kita akan bermuara.

Hai, kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang antologi baru, walaupun bukan yang paling baru. Kemarin pas masa PO nggak sempat update blog. Huhuhu. Tapi tak apa, buku ini masih bisa dipesan kok. Harganya juga tidak terlalu jauh berbeda dengan harga PO. 

Okay, sebelum membahas harga, saya akan memberi sedikit ulasan tentang buku yang diterbitkan oleh One Peach Media ini. 

Buku ini merupakan buku antologi ketiga dari komunitas Amateur Writer Indonesia (AWI). Saya sendiri baru di-invite ke grup setelah cerpen saya terpilih di lomba cerpen bertema “jodoh” bulan Desember–which is cikal bakal buku ini. Sebelumnya, komunitas AWI sudah pernah menerbitkan dua buku antologi, yaitu Berbagi Cahaya (kumpulan kisah inspiratif) dan Teruntuk Kamu, Sahabatku (kumpulan cerpen). 

Pada antologi ketiga AWI ini, tidak semua anggota ikut berpartisipasi. Ada 25 orang saja (beberapa menggunakan nama pena), yaitu: Richardo Marras, Yusi Kurniati, SR Indra Hadi, Mariya Ulfa, Septya Ningrum, Iven Ferina Kalimata, Melia Fitrianingsih, Fenita Ardesiyanti, Uri Rismawati, Luthfi Hawari, Ira Rahmawati Supriadi, Anha Hariana, Pionira Katanri, Dwi Puji Lestari, Riska Riswardani, Chika Novia, Adisty Putri, Indira Laksmita Utari, Pengagum Saja, Seha Al-Hamid, Rudi Tri Awan, Catatanseorangeha, Sulis Setiani, Devi Ellanora, Liliput, dan tentu saja saya (Ratri DK). Berhubung pesertanya lumayan banyak, bukunya juga jadi lumayan tebal. Totalnya ada xiii+253 halaman. 

Secara tema, mungkin buku ini tidak jauh berbeda dari buku Pelukis Hati. But it’s okay, bukan berarti kontennya juga similar. Tema cinta memang bisa dimaknai dan dieksplorasi dari berbagai sudut pandang. Apalagi di sini, range umur penulisnya juga cukup beragam. Pastinya bakalan colorful dong isinya. 

Ngintipin beberapa quote dari penulis, yuk. 

Rinduku yang tak pernah tahu diri, selalu mengingatkanku untuk bangun esok pagi. Bukan hanya untuk menunggu, namun merajut asa untuk menjemputmu. 

– Syamsu Rizal

Hati tidak bisa memilih ke mana ia berlabuh. Hanya kembali kepada hati yang terikat takdir dengan hatinya. 

– Catatanseorangeha

Cinta selalu tak pernah terduga ke mana arahnya. Sampai kita benar-benar menemukan seseorang yang disebut dengan jodoh. 

– Seha 

Bentar, kok quote orang lain semua? Quote Mbak Wenk mana? 

Not sure whether this one is quotable, tapi saya berusaha keras. xD

Kamu tidak bisa mengendalikan perasaanmu, tapi kamu bisa berhenti berharap kapan pun kamu mau. 

Aih, cerita tentang apa nih? 

Penasaran? Beli dong, terus baca sendiri. Mihihihi. *pelit*

Yang jelas, jangan khawatir ceritanya akan se-gloomy cerita di Pelukis Hati. No-one’s “killed” hereIt’s rather predictable, yet I tried to make it “sparkly” (but maybe frustratingly sparkly at some parts). Tentu saja, tetap ada pesan moral yang tersisip di dalamnya. 

Buku setebal dan sekaya ini dibanderol dengan harga 60 ribu rupiah saja. Sebenarnya waktu periode PO kemarin (21-28 Februari 2018) bisa lebih murah (51 ribu), sayangnya nggak sempat update di sini. Untuk pemesanan atau informasi lebih lanjut, tinggalkan komentar di bawah atau silakan cek akun Instagram saya (@knew_u). Bisa juga cek langsung ke akun One Peach Media (@onepeach.media) atau akun AWI (@awi_official).

Terima kasih sudah mampir membaca. Kalau mau pesan, boleh banget lho! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s