0

Eid Mubarak

Mungkin sedikit terlambat, tapi kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Masih dalam suasana Idul Fitri, saya ingin menghaturkan permintaan maaf untuk segala khilaf, baik yang disengaja maupun tidak. Semoga bulan Ramadhan menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan Allah memampukan kita untuk istiqomah dalam kebaikan di bulan-bulan yang selanjutnya. Aamiin. 

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

(Taqobbalallaahu minnaa wa minkum)

“Semoga Allah menerima (puasa dan amal) kami serta (puasa dan amal) kalian”

Iklan
1

Art of Dakwah

Rasanya udah lama nggak bikin review tentang buku yang saya baca. Hehehe. Baiklah, kali ini saya akan me-review sebuah buku yang sebenarnya terlalu unyu untuk ukuran saya. 

Buku ini berjudul “Art of Dakwah“, ditulis oleh Felix Siauw dan ilustrasinya dikerjakan oleh Emeralda Noor Achni. Mereka sudah pernah kerja bareng di buku “Udah Putusin Aja” dan “Yuk Berhijab”–walaupun saya nggak baca karena merasa bukan target yang disasar. Sebenarnya saya juga merasa buku ini bukan ditargetkan untuk emak-emak seumuran saya, tapi berhubung saya lagi mudik dan buku ini ada di atas meja (ini buku milik adik saya), ya saya baca saja sekalian. Kebetulan buku ini juga relatif tipis dan banyak gambarnya, jadi untuk membacanya pun tidak butuh waktu lama. 

Baca lebih lanjut

0

Meluruskan Makna Idul Fitri

Saya sudah cerita bahwa yang bertugas untuk memberikan ceramah di masjid (tempat saya tarawih tadi malam) adalah salah satu panitia zakat. Jadi, selain memberikan ceramah yang isinya sudah saya tuliskan pada tulisan sebelumnya, beliau juga kembali mengingatkan para jamaah untuk membayar zakat. Lebih spesifiknya zakat fitrah. 

Berbicara tentang zakat fitrah, saya jadi teringat perkataan Ustadz guru saya Bahasa Arab di Masjid Salman ITB. Beliau berkata bahwa seharusnya kita jangan menyebut “zakat fitrah”, tapi sebutlah dengan “zakat fitri”. Hal ini karena hari raya yang kita peringati adalah “Idul Fitri”, bukan “Idul Fitrah”. 

زكاۃ الفطر (zakatul fithr) — Source: العربية بين يديك

Baca lebih lanjut

0

Festival

Alhamdulillah, sudah hari kedua mudik ke kampung halaman (Malang). Alhamdulillah juga semalam–setelah sudah entah berapa lama–bisa ikutan tarawih ke Masjid. Biasanya tarawih di rumah aja karena bos kecil belum bisa anteng kalo diajak ke Masjid, ujung-ujungnya pasti main uber-uberan lagi. Nah, berhubung kemarin utinya lagi halangan, jadi ada yang bisa dititipin sebentar. Hehehe. Alhamdulillah (lagi) bocahnya mau, walaupun tetep saya harus berangkat dengan mengendap-endap biar dia nggak mendadak cranky. :D

instagram.com/upinipinofficial

Baca lebih lanjut

0

Doa Mohon Kesembuhan

Seharian ini kepala pusing, mual-mual, dan perut berasa kembung. Walhasil, jadi gak nafsu makan dan males ngapain-ngapain (thanks hubby for taking care of the household chores today). Sebelum ada yang berspekulasi, I’ll tell you, I’m not pregnant. Kemungkinannya hanyalah masuk angin atau perut nggak cocok dengan ‘sepiring siksaan’ makan malam kemarin (cerita tentang ini menyusul nanti kalo sudah mood).

Sebenarnya hari ini kurang ada mood buat nulis, tapi berhubung saya sedang program men-challenge diri saya untuk nge-blog tiap hari berturut-turut selama (minimal) satu bulan, apalah daya. Daripada maksain topik yang geje, mending saya post ini saja: doa mohon kesembuhan. Doa ini saya ambil dari buku “Doa Anak Muslim” yang disusun oleh Abu Khodijah ibnu Abdurrohim dan diterbitkan oleh penerbit IBS (Insan Baitus Salam). 

Akhir kata, semoga yang sedang sakit dapat diberi kesembuhan dan yang sehat senantiasa dapat menjaga kesehatan. Aamiin. 

0

Juz ‘Amma for Kids

Kapan hari (a few months ago) saya sempat menonton salah satu video di facebook-nya Abah Ihsan. Dalam video itu, beliau berbicara tentang orang tua ‘pemalak’ keshalihan anak.

*What, pemalak?! Maksudnya gimana ya?*

Jadi begini. Kita sebagai orang tua seringkali berharap agar anak kita dapat tumbuh menjadi anak yang shalih. Tapi kemudian, apakah kita sudah berupaya untuk hal itu? Sudahkah kita mengenalkan anak-anak kita pada Allah, Al Qur’an, asmaul husna, dan lain-lain untuk membuat anak familiar dengan agama dan Tuhannya? Ataukah kita hanya sekedar berharap agar anak kita shalih tanpa berusaha untuk memperkenalkan anak dengan hal-hal yang ‘basic‘ itu?

Jujur, agak makjleb sih mendengarnya. Anak saya melihat saya sholat, suka kepo ketika saya mengaji, juga sedikit-sedikit saya ajarkan doa sehari-hari. Tapi apakah itu cukup? Entahlah, saya jadi ragu. 

Baca lebih lanjut

0

Hati dan Kaca

Hari Jum’at pekan lalu, saya sempat mengikuti sebuah pengajian umum. Ada banyak materi yang disampaikan oleh Ustadzah pematerinya. Dari banyak materi itu, ada sepenggal materi yang sebenarnya bukan sesuatu yang baru, namun kiranya cukup untuk menjadi reminder bagi kita  semua. Tentang hati dan kaca.

Prolog sedikit. Jika kita berada dalam sebuah ruangan yang gelap tanpa cahaya, dapatkah kita melihat benda-benda apa saja yang ada di ruangan tersebut? Tentu tidak bisa. Kita dapat melihat sesuatu jika dan hanya jika mata kita menangkap adanya cahaya yang menerangi benda tersebut.

Jika kita berada di dalam sebuah gedung, kita dapat melihat kondisi di luar melalui kaca jendela, tentunya jika di luar ada penerangan. Namun apa yang terjadi jika kaca jendela di gedung itu buram? Boleh jadi cahaya di luar masuk secara samar atau malah tidak masuk sama sekali. Baca lebih lanjut

2

Tanda-Tanda Waqof

Tulisan kali ini sifatnya adalah pengingat bagi kita umat muslim. Sebagai pemeluk agama Islam, kita memiliki sebuah kitab suci yang sempurna dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani hidup kita sehari-hari, yaitu Al Qur’anul Karim. Allah berfirman,

Al Baqarah 121

Orang-orang yang telah kami beri kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadaNya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadaNya, mereka itulah orang-orang yang rugi.

(QS Al Baqarah ayat 121)

Baca lebih lanjut

2

Wanita Bekerja

Tugas pertama dan utama wanita adalah membesarkan generasi baru. Dia telah dipersiapkan Allah untuk hal itu secara fisik dan psikologis, dan tidak boleh disibukkan oleh hal-hal yang bersifat material atau moral. Tidak ada siapa pun yang dapat menggantikan dirinya dalam tugas tersebut. Masa depan negara dan kesejahteraan umat manusia bergantung padanya.

Kendati demikian, bukan berarti wanita tidak boleh bekerja di luar rumah, karena tidak ada dalil yang melarangnya. Pada dasarnya, wanita boleh bekerja atas keinginannya sendiri. Selain itu, wanita juga boleh bekerja jika memang benar-benar dibutuhkan, seperti misalnya membantu keluarga (contohnya seperti pada kisah Nabi Musa di QS Al Qashash: 23), atau untuk menghindari rasa malu daripada harus merendahkan diri untuk meminta-minta. Masyarakat sendiri mungkin juga membutuhkan wanita-wanita yang bekerja, karena kadang wanita lebih nyaman dilayani oleh wanita. Hal ini juga dimaksudkan agar masyarakat dapat berkembang.

Baca lebih lanjut