0

Makaroni Skotel 

Kali ini, saya akan berbagi salah satu resep andalan suami, yaitu makaroni skotel. Awalnya, makanan ini dibuat untuk ngreyen oven yang diberikan sebagai kado pernikahan kami tahun 2013 (baru sempet dipake tahun 2016 karena dulu kontrakan kita listriknya terbatas). Ternyata hasil akhir dan rasa makaroni skotelnya cukup memuaskan. Suami jadi sering bikin ini deh buat makan sendiri, dibagi ke tetangga, buat takjil, juga buat kalo ada pengajian di rumah. Jadi, in case ada yang pingin bikin makaroni skotel, resep ini boleh dicoba. ;)

Baca lebih lanjut

0

Abon-Abonan

Masih edisi kurang enak badan, walaupun udah agak mendingan. Hari ini mau share resep gak niat yang mungkin bisa dicoba di kala tidak banyak waktu untuk memasak.

Bahan:

  • 250 gram ayam
  • Air secukupnya (untuk merebus ayam)
  • Garam secukupnya
  • Merica secukupnya
  • 1 sendok makan mentega

Cara membuat:

  1. Rebus ayam selama kurang lebih 20 menit, kemudian angkat, dan tiriskan.
  2. Potong ayam menjadi potongan-potongan kecil. 
  3. Panaskan mentega hingga meleleh.
  4. Masukkan potongan-potongan ayam. Bumbui dengan garam dan merica.
  5. Oseng selama kurang lebih 5 menit. Siap disajikan. 

0

Classic Pancake

Dulu zaman masih kuliah S2, saya sering coba-coba bikin pancake karena termotivasi setelah melihat teman saya bikin pancake. Besides that, pancake memang bukan hidangan yang sulit untuk dibuat. Nah, setelah sekian lama, kemarin saya mencoba lagi untuk membuat pancake. Tapi saking sudah lamanya nggak bikin, bahan dan takarannya pun sudah lupa, wkwkwk. Jadilah saya browsing dulu, cari-cari resep yang paling simpel dan cocok dengan stok bahan yang ada di rumah. Akhirnya ketemulah resep ini.

Oh ya, rasa-rasanya, dulu saya juga pernah menuliskan resep pancake, yang saya tulis setelah nonton Otomen :D. Kali ini, saya akan kembali menuliskan resep pancake yang sedikit berbeda dengan resep yang dulu. Yuk mari kita mulai, biar nggak terlalu bertele-tele.

Baca lebih lanjut

0

Toad In A Hole

Toad in a hole? Kodok dalam lubang ? Apaan tuh? Well, ini adalah salah satu menu yang diajarkan di kelas memasak yang saya ikuti di Coursera. Menu ini amat sangat sederhana, baik dari segi bahannya, maupun dari cara pembuatannya. Karena itu, menu ini sangat cocok untuk pemula. Dan karena memasak ini juga tidak membutuhkan waktu yang lama (mungkin hanya sekitar 5 menit), menu ini juga cocok untuk orang sibuk atau orang yang sedang malas memasak. :P

Bahan:

  • 1 lembar roti gandum (whole grain)
  • 1 butir telur ayam
  • mentega secukupnya
  • garam dan merica sesuai selera

Baca lebih lanjut

0

Simple Cappuccino

It’s been a while since I’ve started to love coffee.. ^_^

Seringnya sih saya bikin (nyeduh) kopi sendiri di rumah. Kopinya ya kopi-kopi instan semacam Nescafe, Good Day, Indocafe, atau merk-merk lainnya. Kalo lagi pingin banget, kadang suka mampir ke McCafe atau ke J.Co juga, hehe.. :D

Most likely, saya nyeduh/ beli kopi jenis cappuccino. Nah, biasanya kalo nyeduh cappuccino yang instan, menurut saya, rata-rata rasanya agak terlalu manis. I love sweet food & beverage, but when it comes to coffee, i like it bitter. That is why, saya paling suka cappuccino versi J.Co. And because of that, I’ve been wondering how to make a cup of cappuccino that will taste like J.Co version of cappuccino.

Well, the good news is, saya menemukan cara pembuatan cappuccino yang simpel dengan komposisi yang mudah pula didapatkan. Saya modifikasi sedikit, dan jadinya ternyata lumayan, agak-agak mirip sama cappuccino-nya J.Co. ^_^

Komposisinya:

  • 150 ml susu cair
  • 150 ml air panas
  • 2 sendok kopi bubuk
  • gula (sesuai selera)

Cara membuatnya: Baca lebih lanjut

4

Brownies Kukus Ala Kadarnya

Sedikit cerita pengantar sebelum ke resepnya. Sudah beberapa bulan ini saya kepingin banget bisa bikin brownies yang benar-benar seperti brownies. Mungkin karena memang tidak pernah bikin kue, tidak ada yang mengajari, ditambah lagi peralatan masak di rumah kurang lengkap, jadi 3x percobaan saya bikin brownies gagal terus. Bukan gagal total sih, karena kuenya masih bisa dimakan, rasanya juga lumayan, hanya saja bentuk dan ketebalannya cukup menyisakan sebuah pertanyaan misterius: “ini kue apa sih?” XD

Pada percobaan saya yang keempat, tentu saja saya tidak ingin gagal lagi. Maka dari itu, saya coba untuk membuatnya dengan sepenuh hati (halah :p) dan sesuai dengan secercah wangsit yang saya dapat dari nenek saya beberapa waktu yang lalu. Sayangnya, bahan-bahan di dapur ternyata sangat terbatas X) Akhirnya, saya membuat brownies dengan bahan seadanya saja. Alhamdulillah, walaupun bahan seadanya, kue ke-4 saya ini cukup sukses. At least, orang bisa tahu kalau ini kue brownies. Teman-teman kantor juga bilang kuenya enak dan lembut. Hehe, jadi senang. Alhamdulillah.. :D

Sekarang, sebagai rasa syukur saya karena kuenya sukses, izinkan saya berbagi resepnya. Referensi resep dan cara mengukus saya cantumkan di akhir posting ini. Namun karena adanya banyak keterbatasan, bahan dan takaran pada resep asli saya modifikasi menjadi seperti yang saya tuliskan di bawah ini.
Baca lebih lanjut