Status
0

Teringat kata Murakami-san di “What I Talk About When I Talk About Running”. Tidak semua orang bisa menulis. Menulis itu bakat-bakatan, karena cari inspirasi itu ibaratnya ambil air dari sumur. 

Kalo kamu sangat berbakat, gampang aja nulis. Sumurmu penuh air, tinggal ambil aja. 

Kalo bakatmu biasa, kamu harus menggali sumur lebih dalam untuk mendapatkan air. 

Kalo kamu gak ada bakat,  gak usah nulis, karena sumurmu itu kering! Wkwkwk. 

Simbah mah bebas lah ya. Kalo beliau berpendapat begitu ya monggo, tapi jangan jadikan itu sebagai sesuatu yang nge-down-in kalian (termasuk saya) yang masih belajar nulis. Ingat kata mbah Einstein aja. Untuk sukses, kita perlu 1% bakat dan 99% kerja keras. Even if kita gak punya yang 1% itu, masih ada 99% yang bisa diusahakan. 

Tetap semangat belajar menulis. :)

0

Keren

Tulisan ini dibuat berdasarkan hasil pengamatan dan pemikiran selama bertahun-tahun. Tulisan ini bersifat sangat subjektif.

Tidak ada orang yang benar-benar keren. Alasan kenapa orang terlihat keren adalah karena kita tidak menjalani kehidupan seperti orang lain yang kita anggap keren itu. 

Misalnya, ada orang yang jago ngoding. Orang yang belum bisa ngoding pasti melihatnya keren sekali. Tapi orang yang sehari-harinya ngoding dan punya skill yang nggak kalah hebat pasti melihatnya biasa aja. Bukannya sok, tapi ketika sesuatu sudah menjadi rutinitas, kadang sesuatu itu sudah tidak dianggap istimewa lagi. 

Contoh lain lagi, pernah ada berita yang sempat viral tentang pramugari yang sholat di perjalanan. Banyak orang yang menganggap itu ‘wow’. Tapi orang yang sudah biasa melakukan hal itu (sholat di perjalanan) mungkin menganggapnya bukan sesuatu yang luar biasa. Bukan tidak senang ada berita seperti itu, tapi pemberitaan yang beredar rasa-rasanya agak sedikit berlebihan. 

Kesimpulannya apa?

Baca lebih lanjut